Luna Residences Tawarkan Konsep Hunian Terintegrasi dengan Beach Club, Bidik Pasar Long Stay di Bali

TABANAN, BALINEWS.ID – Nuanu Real Estate resmi memperkenalkan proyek hunian premium Luna Residences, sebuah serviced residence yang dikembangkan bersama 618 Development dan Luna Beach Club di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. Proyek tersebut dirancang untuk mengakomodasi meningkatnya tren wisatawan yang memilih tinggal lebih lama di Bali sekaligus menawarkan peluang investasi properti yang dipadukan dengan layanan hospitality dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peluncuran Luna Residences dilakukan dalam Media Gathering yang berlangsung di Luna Beach Club, Selasa (30/6/2026). Dalam kesempatan itu, jajaran manajemen memaparkan konsep proyek, prospek pasar, hingga integrasi hunian dengan fasilitas hiburan dan gaya hidup yang telah berkembang di kawasan Nuanu.

CEO Nuanu Real Estate, Lev Kroll, mengatakan perubahan pola perjalanan wisata menjadi salah satu alasan perusahaan menghadirkan konsep serviced residence. Menurutnya, Bali kini tidak hanya dikunjungi wisatawan untuk liburan singkat, tetapi juga semakin banyak menjadi pilihan pekerja jarak jauh (remote workers), digital nomad, maupun wisatawan yang menetap selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

“Kami melihat perubahan perilaku wisatawan secara global. Banyak orang kini memilih tinggal lebih lama dibandingkan melakukan perjalanan singkat. Karena itu kami melihat pasar long stay memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Lev.

Berbeda dengan proyek vila yang banyak dikembangkan di Bali, Luna Residences mengusung konsep serviced residence yang menggabungkan kenyamanan hunian pribadi dengan standar pelayanan hotel. Penghuni nantinya akan memperoleh layanan housekeeping, room service, layanan makanan dan minuman, concierge, hingga fasilitas shuttle yang menghubungkan kawasan residensial dengan berbagai fasilitas di Nuanu Creative City, termasuk Luna Beach Club.

BACA JUGA :  Usai Dilantik, Jaya - Wibawa akan Fokus Selesaikan Masalah Kota Denpasar

Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur, mengatakan Luna Residences merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pilihan produk properti di kawasan Nuanu yang terus berkembang.

Menurutnya, wilayah pesisir barat Bali seperti Cemagi, Seseh, hingga Nyanyi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi pembangunan maupun meningkatnya minat investor.

“Luna Residences dirancang sebagai bagian dari ekosistem Nuanu Creative City. Kami ingin menghadirkan pengalaman tinggal yang menggabungkan kreativitas, gaya hidup modern, dan pelayanan premium dalam satu kawasan yang terintegrasi,” katanya.

Untuk mengembangkan proyek tersebut, Nuanu menggandeng firma arsitektur internasional UDesign asal Dubai, sementara pembangunan fisik dipercayakan kepada 618 Development yang sebelumnya telah mengerjakan sejumlah proyek di kawasan Nuanu.

Luna Residences akan menghadirkan empat pilihan unit, yakni Studio, Suite satu kamar tidur, Family Suite dua kamar tidur, serta Penthouse. Seluruh unit dilengkapi balkon dengan pilihan pemandangan laut, sungai, maupun kawasan hijau di sekitar Nuanu Creative City.

Harga pembukaan ditawarkan mulai sekitar Rp3,3 miliar dengan skema kepemilikan leasehold selama 60 tahun. Pengembang menyebut masa hak sewa tersebut termasuk yang terpanjang untuk produk residensial di Bali.

Sebanyak 88 unit akan dibangun secara bertahap. Pada tahap awal, perusahaan memasarkan sekitar 15 unit melalui program *Friends and Family*. Manajemen mengungkapkan sekitar separuh unit tahap pertama telah dipesan kurang dari satu bulan setelah diperkenalkan kepada calon pembeli.

Selanjutnya, sekitar 15 unit tambahan direncanakan dipasarkan setiap kuartal agar penjualan tetap sejalan dengan permintaan pasar sekaligus menjaga eksklusivitas proyek.

Selain membidik pembeli yang ingin memiliki hunian pribadi, Nuanu juga menyasar investor yang ingin memperoleh pendapatan dari penyewaan properti.

BACA JUGA :  Sri Mulyani Ungkap Alasan Diskon Listrik 50% Batal

Lev memperkirakan tarif sewa harian dapat berada pada kisaran Rp2 juta hingga Rp5 juta per malam, tergantung tipe unit dan kondisi pasar saat proyek mulai beroperasi. Sementara untuk penyewaan jangka panjang, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang semakin besar seiring meningkatnya tren long stay di Bali.

Ia menambahkan konsep *plug-and-play living* menjadi salah satu nilai tambah karena penghuni dapat langsung menikmati berbagai fasilitas kawasan tanpa harus mengelola kebutuhan operasional secara mandiri.

Meski demikian, manajemen mengakui hingga saat ini belum bekerja sama dengan lembaga perbankan untuk penyediaan fasilitas pembiayaan pembelian unit. Perusahaan menyatakan masih menjajaki sejumlah kemitraan strategis agar calon pembeli memiliki lebih banyak pilihan pendanaan di masa mendatang.

Selain mengandalkan konsep hospitality, Luna Residences juga akan mengintegrasikan teknologi AI dalam pengelolaan kawasan. Nuanu tengah membentuk AI Lab yang akan mengembangkan berbagai solusi digital, mulai dari sistem operasional bangunan, analisis data, hingga AI Concierge yang memungkinkan penghuni memperoleh berbagai layanan secara lebih cepat dan personal.

“Kami ingin AI bukan hanya menjadi istilah yang menarik, tetapi benar-benar diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman penghuni,” kata Lev.

Reyni menambahkan pengembangan proyek tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan material ramah lingkungan, pemanfaatan material daur ulang, pengembangan transportasi listrik, serta teknologi yang mendukung efisiensi energi.

Sementara itu, Owner dan CEO Luna Beach Club, James Karl Ephraim, menjelaskan bahwa keberadaan Luna Residences akan melengkapi ekosistem destinasi yang telah dibangun di kawasan tersebut.

Menurut James, selama lebih dari dua tahun beroperasi, Luna Beach Club berkembang sebagai destinasi hiburan, kuliner, dan acara berskala besar dengan rata-rata kunjungan sekitar 900 hingga 1.200 orang setiap hari, bahkan lebih tinggi pada akhir pekan. Operasional beach club tersebut didukung sekitar 450 karyawan.

BACA JUGA :  Melalui Aksi Sosial, Fakultas Hukum Unmas Denpasar Dorong Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah

Ia menjelaskan kawasan Luna Beach Club tidak hanya menghadirkan panggung hiburan dan area keluarga, tetapi juga berbagai konsep kuliner yang beragam. Di antaranya area *Underground Cooking* yang mengolah makanan dengan teknik pemasakan di bawah tanah, restoran fine dining 369 yang mengusung konsep memasak dengan bara api, area dessert bertema nostalgia, hingga lounge dalam gua yang menawarkan suasana berbeda bagi pengunjung.

James mengatakan selama ini banyak tamu yang menanyakan pilihan akomodasi untuk menginap ketika menghadiri pesta, konser, maupun acara khusus di Luna Beach Club.

“Kami sering mendapat pertanyaan dari tamu tentang di mana mereka bisa menginap ketika datang ke Luna. Kehadiran Luna Residences akan menjawab kebutuhan tersebut dan melengkapi pengalaman mereka,” ujarnya.

Menurut manajemen, integrasi antara serviced residence, fasilitas hiburan, restoran, beach club, serta berbagai ruang publik di Nuanu Creative City diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat daya tarik investasi properti di kawasan pesisir barat Bali yang terus berkembang.

Dengan menggabungkan konsep hunian berlayanan, fasilitas hospitality, teknologi AI, keberlanjutan, serta akses langsung ke berbagai fasilitas gaya hidup dan hiburan, Nuanu Real Estate menargetkan Luna Residences menjadi salah satu proyek properti premium yang mampu memenuhi kebutuhan penghuni jangka panjang sekaligus investor yang mencari potensi pertumbuhan nilai aset di Bali.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya