DENPASAR, BALINEWS.ID — Perum BULOG Kantor Wilayah Bali turun langsung ke sejumlah pasar di Denpasar untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di tengah kebutuhan pangan masyarakat.
Monitoring dipimpin Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu dengan mengunjungi Pasar SP2KP Provinsi Bali, yakni Pasar Nyanggelan dan Pasar Kreneng. Pemantauan dilakukan dengan mengecek stok, perkembangan harga, serta distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring pasar yang dilakukan BULOG secara serentak di seluruh Indonesia. Sebelum turun ke lapangan, jajaran BULOG mengikuti koordinasi nasional melalui konferensi video yang dipimpin Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur SPHP Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono serta jajaran pimpinan BULOG di daerah.
Simon mengatakan monitoring langsung diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi pangan secara riil sekaligus memastikan intervensi pemerintah melalui BULOG berjalan efektif. Sabtu, 5/9/26.
“Monitoring langsung ke pasar ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman, distribusi SPHP berjalan dengan baik, serta harga beras di tingkat konsumen tetap terkendali dan terjangkau,” ujar Simon.
Dalam pemantauan di Pasar Nyanggelan dan Pasar Kreneng, jajaran BULOG berdialog dengan pedagang dan mengecek ketersediaan serta perkembangan harga beras. Monitoring juga dilakukan untuk memastikan beras SPHP tersalurkan sesuai ketentuan dan dapat diakses masyarakat.
Berdasarkan data BULOG Kanwil Bali, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 4 September 2026 mencapai 7.657 ton. Sementara realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah Bali tercatat 7.208 ton.
BULOG menilai posisi stok tersebut masih memberikan ruang untuk menjalankan langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan, termasuk melalui penyaluran SPHP dan intervensi pasar apabila diperlukan.
Monitoring pasar juga dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi perubahan harga dan pasokan. BULOG Kanwil Bali terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Satgas Pangan, TNI, Polri, pengelola pasar, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dengan penguatan stok CBP, percepatan penyaluran SPHP, dan pemantauan pasar secara berkelanjutan, BULOG Kanwil Bali menyatakan akan terus mengoptimalkan instrumen stabilisasi pangan agar masyarakat memperoleh beras dengan pasokan yang cukup, harga wajar, dan akses yang mudah.
