Diduga Menenggak Racun, Pasutri Tewas Terkapar di Pos Nelayan Padanggalak

Jenasah pasutri ditemukan di Pos Nelayan Sari Mertha Segara Pantai Padanggalak pada Selasa (11/3/2025) pagi.
Jenasah pasutri ditemukan di Pos Nelayan Sari Mertha Segara Pantai Padanggalak pada Selasa (11/3/2025) pagi.

DENPASAR, BALINEWS.ID  – Warga sekitar Pantai Padanggalak, Desa Kesiman Petilan, digegerkan dengan penemuan dua jenazah di Pos Nelayan Sari Mertha Segara pada Selasa (11/3/2025) pagi. Korban yang diketahui merupakan pasangan suami dan istri, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan dua botol berwarna coklat di dekat mereka, diduga berisi racun.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa kedua jasad tersebut ditemukan oleh seorang petugas parkir sekitar pukul 07.00 WITA. Informasi tersebut diteruskan kepada saksi bernama I Gede Tulus Suka Yasa (38), yang merupakan petugas jaga di Taman Festival. Setelah menerima informasi, saksi lantas memeriksa ke tempat kejadian perkara dan menemukan dua jenazah tergeletak dengan kondisi kepala mengarah ke selatan dan kaki mengarah ke timur.

BACA JUGA :  Puri Ageng Blahbatuh Anugerahkan Cak Imin Sebagai Warga Kehormatan

“Salah satu korban mengenakan baju pink dan celana panjang hitam, sementara yang lainnya mengenakan kaos hitam dengan celana panjang abu-abu,” terang Sukadi saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil identifikasi, korban wanita diketahui bernama DASA (25), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Bhuana Graha, Kerobokan Kaja, Badung. Sementara korban pria bernama Ipp (26), seorang mahasiswa yang berdomisili di alamat yang sama.

Menurut penuturan orang tua dari korban wanita, Dewa Ketut Astika (54), menyatakan bahwa putrinya telah menikah dengan korban pria selama tiga tahun dan memiliki seorang anak perempuan. Namun, sejak satu tahun terakhir, hubungan komunikasi antara korban dan keluarganya terputus.

BACA JUGA :  Ironis, Gunung Sampah di Banjarangkan Timbulkan Bau Tak Sedap

“Saksi dengan korban sudah putus komunikasi sejak 1 tahun yang lalu dan tidak mengetahui kabar beritanya,” tambahnya.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Identifikasi Polresta Denpasar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, keduanya meninggal dunia akibat mengonsumsi cairan beracun yang ditemukan di lokasi, yakni Spontan King 400 SL (500 ml), insektisida produksi PT Agricon.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap motif aksi tragis tersebut. (*)

BACA JUGA :  Sudariana Resmi Gantikan Nyoman Kandel di DPRD Gianyar, Imbas Dugaan Kasus Etik

 

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

BADUNG, BALINEWS.ID – Sebuah outlet restoran cepat saji ACK yang berlokasi di Jalan Kurusetra, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan,...
JAKARTA, BALINEWS.ID – Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta menegaskan bahwa guru tidak seharusnya dipidanakan apabila...
NUSA PENIDA, BALINEWS.ID – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Nusa Penida menyebabkan satu tiang listrik...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, membuka secara resmi Workshop Inovasi Daerah Tahun 2026...