DENPASAR, BALINEWS.ID – Dua tahun menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kota Denpasar, Yonathan Andre Baskoro mengevaluasi kinerjanya sebagai wakil rakyat. Ia mengakui persoalan infrastruktur masih mendominasi aduan masyarakat dan menargetkan seluruh usulan warga yang masuk melalui sistem e-Pokir dapat direalisasikan sebelum masa jabatannya berakhir.
Anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar itu mengatakan, selama dua tahun menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi, dirinya berupaya mengawal setiap laporan masyarakat agar mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah.
“Puji syukur selama dua tahun ini saya sudah bekerja semaksimal mungkin. Walaupun mungkin belum semuanya bisa sempurna 100 persen, saya tetap berkomitmen melanjutkan fungsi pengawasan agar semua keluhan masyarakat bisa ditindaklanjuti hingga dieksekusi oleh pemerintah,” ujar Yonathan saat ditemui, Minggu (2/8).
Menurut dia, sebagai representasi masyarakat, legislator memiliki tanggung jawab untuk memastikan persoalan yang disampaikan warga tidak berhenti sebatas laporan, tetapi terus dikawal hingga ada penyelesaian.
“Sebagai representasi masyarakat, kami mengetahui kebutuhan warga di lapangan. Karena itu, setiap aduan yang belum ditindaklanjuti akan terus kami kawal sampai selesai,” katanya.
Yonathan mengungkapkan, persoalan infrastruktur menjadi jenis aduan yang paling banyak diterimanya selama dua tahun terakhir. Keluhan tersebut antara lain berkaitan dengan kondisi jalan lingkungan, jalan utama, hingga sistem drainase.
Ia menilai percepatan penanganan infrastruktur, terutama di titik rawan banjir, perlu dilakukan sebelum memasuki musim hujan.
“Masih banyak laporan mengenai titik-titik rawan banjir yang belum ditangani. Ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat pekerjaan sebelum musim hujan datang,” ujarnya.
Berdasarkan hasil reses yang tercatat melalui sistem e-Pokir, terdapat 78 usulan resmi dari masyarakat yang telah diajukan. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 hingga 70 persen telah ditindaklanjuti, sementara sisanya masih dalam proses pengawalan.
Di luar usulan yang masuk melalui e-Pokir, Yonathan menyebut terdapat ratusan aduan masyarakat yang disampaikan secara langsung kepadanya.
“Kalau aduan di luar sistem jumlahnya ratusan. Semuanya tetap kami tampung dan perjuangkan,” jelasnya.
Yonathan menegaskan dirinya memasang target seluruh usulan masyarakat yang tercatat melalui e-Pokir dapat terealisasi sebelum masa jabatannya sebagai anggota DPRD berakhir.
“Target saya harus 100 persen sampai jabatan saya selesai. Tentu sambil terus mengawal berbagai aduan baru yang terus disampaikan masyarakat,” tegasnya.
Selain menjalankan fungsi sebagai legislator, Yonathan juga aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui program kursus bahasa Inggris dan bahasa Jepang gratis yang telah dijalankan sejak 2016 melalui Gerakan Pemuda Bukaan Pemula.
Program tersebut tercatat telah diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Pelatihan berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan pengajar profesional dan mantan guru.
Para peserta juga mendapatkan sertifikat yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan peluang mereka di dunia kerja.
Yonathan menilai pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui fungsi legislasi dan pengawasan di DPRD, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baginya, keberhasilan menjadi wakil rakyat bukan hanya diukur dari banyaknya aspirasi yang diterima, tetapi dari sejauh mana aspirasi tersebut dapat dikawal hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
