BADUNG, BALINEWS.ID — Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sebanyak 17 penerbangan di Bandara Ngurah Rai mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal akibat peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengatakan, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian.
“Arah sebaran abu ini sangat dipengaruhi oleh arah kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan sangat mempengaruhi arah sebaran abu tersebut,” ujar Lana melalui konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).
Menurut Lana, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Karena itu, proyeksi sebaran abu harus terus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini.
Badan Geologi menyebut abu vulkanik Anak Krakatau telah terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu. Informasi tersebut diperoleh dari gabungan pemantauan PVMBG melalui Magma Indonesia, Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA), Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG.
Informasi mengenai sebaran abu tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan otoritas penerbangan dalam menentukan langkah operasional demi menjaga keselamatan penerbangan.
Lana mengatakan, potensi dampak yang lebih luas dapat meningkat apabila kolom erupsi semakin tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu vulkanik ke jalur penerbangan maupun wilayah berpenduduk.
“Namun erupsi yang sering tidak otomatis berarti akan terjadi erupsi yang lebih besar. Badan Geologi tentunya akan terus mengevaluasi perkembangan aktivitas berdasarkan seluruh data pemantauan,” katanya.
Aktivitas Anak Krakatau sendiri mulai meningkat sejak Juli 2026 dan mencapai tingkat tertinggi pada 5 September 2026. Aktivitas tersebut ditandai dengan erupsi yang berulang dan berlangsung terus-menerus.
17 Penerbangan Ngurah Rai Terdampak
Dampak erupsi juga dirasakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan sebanyak 17 penerbangan mengalami pembatalan dan/atau penyesuaian jadwal.
“Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan,” ujar Gede Eka, Minggu (6/9/2026).
Dari jumlah tersebut, lima penerbangan merupakan penerbangan menuju Bali, sedangkan 12 penerbangan lainnya merupakan penerbangan dari Bali.
Lima penerbangan yang menuju Ngurah Rai dan dibatalkan yakni:
- TransNusa 8B5106 rute Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS), jadwal tiba 13.20 WITA.
- TransNusa 8B5104 rute CGK-DPS, jadwal tiba 09.45 WITA.
- Indonesia AirAsia QZ808 rute CGK-DPS, jadwal tiba 11.10 WITA.
- Indonesia AirAsia QZ806 rute CGK-DPS, jadwal tiba 09.00 WITA.
- Indonesia AirAsia QZ802 rute CGK-DPS, jadwal tiba 13.05 WITA.
Sementara itu, penerbangan dari Ngurah Rai yang terdampak antara lain Pelita Air IP105 rute DPS-CGK pada 5 September, serta penerbangan Garuda Indonesia, TransNusa, Indonesia AirAsia, dan Citilink pada 6 September.
Di antaranya Garuda Indonesia GA401 dan GA403 rute DPS-CGK, TransNusa 8B5105 dan 8B5101, Indonesia AirAsia QZ809 dan QZ807, Citilink QG197 rute DPS-HLP, Garuda Indonesia GA407, Citilink QG815, Indonesia AirAsia QZ803, serta penerbangan TransNusa yang tercatat dalam daftar penerbangan terdampak.
Meski sejumlah penerbangan dibatalkan, Gede Eka menegaskan bahwa secara umum operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai masih berjalan normal.
“Operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,” katanya.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memperbarui status dan jadwal penerbangan. Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Pihak bandara juga menyiapkan layanan service recovery bagi penumpang dari penerbangan terdampak yang telah berada di terminal.
Calon penumpang diimbau melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai masing-masing mengenai status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.
Untuk memperoleh informasi kebandarudaraan, masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.
