Gaya Hemat Ala DPR: Dinas Dibatasi, Gedung Mulai Gelap di Jam 8 Malam

Gedung DPR RI

NASIONAL, BALINEWS.ID – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR mulai mengambil langkah-langkah penghematan sebagai respons atas wacana efisiensi anggaran dan pengurangan penggunaan BBM yang kini diterapkan di berbagai instansi pemerintah.

Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, mengatakan bahwa pembahasan mengenai strategi efisiensi telah dilakukan sejak pekan lalu, dengan fokus utama pada pembatasan perjalanan dinas bagi ASN di lingkungan parlemen.

“Kalau penghematan, yang pertama memang perjalanan-perjalanan dinas dari unsur ASN sudah kita kurangi. (Hanya) untuk hal-hal yang sifatnya sangat urgen atau urgensitasnya tinggi,” ujar Indra dikutip dari Sindonews, Kamis (26/3/26).

BACA JUGA :  Mendesak, Terapi Hipnomotivasi Bagi 363 Siswa SMP di Buleleng Yang Tak Cakap Baca Tulis

Selain memangkas aktivitas perjalanan dinas, DPR juga menargetkan efisiensi energi di gedung parlemen. Indra menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kebijakan pemadaman listrik total pada malam hari saat tidak ada agenda persidangan.

Ia mengatakan bahwa lampu menyala maksimal hingga jam 20.00 WIB saja.

“Karena memang belum semua gedung menggunakan building automatic system, jadi semua masih dilakukan manual. Nah, ruang-ruang rapat yang tidak digunakan itu listrik, AC, lampu juga akan kita matikan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bule Bikin Onar dan Hajar Sekuriti di Club, Ini Kronologinya

Sementara itu, untuk penggunaan BBM pada kendaraan operasional, DPR masih melakukan kajian. Indra menyampaikan bahwa upaya penghematan bahan bakar sudah mulai dipersiapkan meski perhitungannya belum final. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya