Janger Klasik Remaja Duta Gianyar Tampil Memukau di PKB 2026, Angkat Spirit Tri Hita Karana

Foto bersama para penari janger remaja sekaa Janger Galuci, Senin (29/6).
Foto bersama para penari janger remaja sekaa Janger Galuci, Senin (29/6).

DENPASAR, BALINEWS.ID  – Penampilan Janger Klasik Remaja Duta Kabupaten Gianyar berhasil memukau ratusan penonton dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali (Art Centre), Denpasar, Senin (29/6/2026).

Membawakan garapan bertajuk “Lantang Tuwuh”, para penari muda dari Sekaa Janger Galuci, Desa Adat Tegalsuci, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, menghadirkan pertunjukan yang sarat nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Bali.

Pembina Janger, Ida Ayu Agung Yuliaswathi, S.H., mengatakan perjalanan Sekaa Janger Galuci berawal dari semangat ngayah para sekaa teruna-teruni Banjar Tegalsuci yang ingin melestarikan kesenian tradisional meski memiliki berbagai keterbatasan.

“Berawal dari semangat ngayah, sekaa teruna-teruni Banjar Tegalsuci memiliki keinginan yang kuat untuk membentuk kelompok Janger. Akhirnya terwujud pada Oktober 2025 untuk ngayah, dan dari sanalah semuanya bermula,” ujarnya saat ditemui usai pementasan.

BACA JUGA :  Anak-Anak Banjar Tibu Dalem Lestarikan Tradisi Megangsingan di Pujungan

Ia menjelaskan, setelah dipercaya menjadi Duta Janger Kabupaten Gianyar pada PKB 2026, para penari menjalani proses latihan secara intensif sejak Februari 2026 untuk mempersiapkan penampilan terbaik di panggung festival seni tahunan tersebut.

“Kami mulai berlatih dan berproses sejak Februari, jadi terhitung sudah 4 bulan lamanya,” tegasnya.

Menurut Yuliaswathi, garapan tahun ini mengangkat konsep Tri Hita Karana, yakni filosofi keseimbangan hidup yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam lingkungan (Palemahan).

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Kembali Batalkan Kebijakan yang Bikin Gaduh di Masyarakat Untuk Kedua Kalinya

“Konsep yang kami usung tahun ini adalah Tri Hita Karana, bagaimana manusia menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Nilai-nilai itu kami tuangkan melalui gerak tari, gending, hingga keseluruhan penyajian,” ucapnya.

Garapan “Lantang Tuwuh” terinspirasi dari kehidupan masyarakat Tegalsuci yang dikenal teguh menjalankan ajaran Agama Hindu, menjaga tradisi dan ritus keagamaan dengan penuh ketulusan, serta hidup berdampingan secara harmonis dengan alam.

Dalam sinopsis pertunjukan disebutkan, masyarakat Tegalsuci meyakini anugerah Hyang Widhi hadir melalui kesuburan alam dan aliran air yang menjadi simbol kasih Betari Danu di kawasan Subak Pemuus.

BACA JUGA :  5 Hal yang Pantang Dilakukan Saat Imlek

Keharmonisan tersebut kemudian diwujudkan dalam balutan tari, tembang, dan alunan gamelan yang menggambarkan kesederhanaan, gotong royong, serta spiritualitas masyarakat pegunungan.

Melalui pertunjukan ini, Sekaa Janger Galuci ingin menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai Tri Hita Karana harus terus dijaga sebagai landasan kehidupan, sehingga mampu melahirkan generasi suputra yang tetap menghormati tradisi, menjaga kerukunan, dan melestarikan alam secara berkelanjutan.

Pementasan Janger Klasik Remaja Duta Kabupaten Gianyar mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati Kalangan Ayodya. Penampilan yang memadukan kekuatan vokal, koreografi, serta nuansa musikal tradisional tersebut menjadi salah satu sajian yang mencuri perhatian dalam rangkaian PKB 2026. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya