Jelang HUT Kota Semarapura, Wabup Tjok Surya Dorong Peran Desa Adat Perkuat Moderasi Beragama dan Anti Narkoba

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Semarapura ke-34, Pemerintah Kabupaten Klungkung menekankan pentingnya peran desa adat dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus memberantas penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, saat membuka Seminar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung di Taman Yadnya, Desa Sidayu, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klungkung ini juga menjadi rangkaian peringatan Hari Puputan Klungkung ke-118.

BACA JUGA :  Diam-diam, Pajak Bumi Bangunan di Gianyar Naik 145 Persen, Ini Langkah Bupati

Seminar mengangkat tema “Peran Desa Adat dalam Moderasi Beragama serta Optimalisasi Implementasi Perarem Lepas Anti Narkoba oleh Desa Adat”. Kegiatan ini bertujuan memperkuat praktik moderasi beragama di masyarakat sekaligus mengoptimalkan peran hukum adat dalam pencegahan narkoba.

Dalam sambutan Bupati Klungkung yang dibacakannya, Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa di tengah perkembangan era digital dan pengaruh global, moderasi beragama menjadi sangat penting untuk mencegah munculnya intoleransi dan radikalisme.

“Moderasi beragama adalah sikap yang menempatkan diri di tengah, bersikap adil, dan tidak berlebihan dalam menjalankan ajaran agama. Ini menjadi kunci menjaga keharmonisan di tengah keberagaman,” ujarnya.

BACA JUGA :  Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Tampaksiring, Dapur Umum Dibangun di Mako Polsek

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut, karena dinilai mampu memperkuat peran desa adat, khususnya dalam mengimplementasikan Perarem Lepas Anti Narkoba. Menurutnya, aturan adat tersebut tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga menjadi benteng perlindungan generasi muda dari pengaruh negatif.

“Perarem ini merupakan instrumen penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba dan gaya hidup menyimpang yang dapat merusak masa depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan yang diwariskan dalam peristiwa Puputan Klungkung sebagai landasan menjaga persatuan dan ketertiban sosial.

BACA JUGA :  Gubernur Bali dan Menteri Imipas Sepakat Optimalkan PWA dan Berantas WNA Nakal

Dengan penguatan peran desa adat dan kesadaran kolektif masyarakat, diharapkan Klungkung mampu menciptakan kehidupan yang harmonis, aman, dan sejahtera di tengah tantangan zaman. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya