Jukung Tanpa Awak Gegerkan Pantai Saba, Nelayan Diduga Terjatuh ke Laut

Jukung Tanpa Awak Gegerkan Pantai Saba, Nelayan Diduga Terjatuh ke Laut.
Jukung Tanpa Awak Gegerkan Pantai Saba, Nelayan Diduga Terjatuh ke Laut.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Sebuah jukung tanpa awak ditemukan terdampar di kawasan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Jumat (17/7/2026) sore. Penemuan tersebut memicu operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh ke laut saat melaut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, nelayan bernama Nyoman Darin (51) diketahui berangkat melaut dari Pantai Lebih, Gianyar, sekitar pukul 06.00 Wita. Namun hingga sore hari, jukung yang digunakannya ditemukan terdampar di Pantai Saba tanpa keberadaan pemiliknya.

Laporan mengenai dugaan orang jatuh ke laut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.40 Wita dari Kasat Polair Gianyar, Gede Budha. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.

BACA JUGA :  BALI: Manusia - Pariwisata - Kesejahteraan

“Merespon adanya laporan orang terjatuh ke laut, kami berangkatkan 4 personel menuju Pantai Saba,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Tim SAR tiba di Pantai Saba sekitar pukul 19.30 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan serta keluarga korban sebelum memulai penyisiran di sepanjang garis pantai.

Namun, pencarian melalui jalur laut belum dapat dilakukan pada malam itu karena kondisi air laut sedang surut, sehingga banyak bebatuan muncul di bibir pantai. Selain itu, jarak pandang yang terbatas dinilai berisiko bagi keselamatan personel.

BACA JUGA :  Re-LUN Desak ESDM, BIN dan Kejagung Usut Tuntas Dugaan Kejanggalan Stok Batubara PLN

“Tim SAR tidak menurunkan alut laut untuk penyisiran, karena air laut surut sehingga banyak bebatuan di bibir pantai dan juga jarak pandang sangat terbatas hingga beresiko membahayakan personel,” jelas Sidakarya.

Sebagai gantinya, tim melakukan penyisiran darat ke arah timur dan barat Pantai Saba dengan radius sekitar 1,5 kilometer dari lokasi ditemukannya jukung. Hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 22.00 Wita, korban belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian kemudian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (18/7/2026). Tim SAR gabungan akan memperluas area pencarian dengan mengerahkan tiga unit rubber boat, sepuluh jukung nelayan, serta drone thermaluntuk pemantauan dari udara.

BACA JUGA :  Kecelakaan Beruntun di Denpasar Libatkan Truk Tronton, Pick Up dan Motor, 2 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Area pencarian laut diperkirakan mencakup sekitar 27,99 nautical mile persegi (NM²), sementara tim darat akan menyisir garis pantai hingga radius tiga kilometer dari lokasi penemuan jukung.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, Polsek Gianyar, BPBD Gianyar, Ditsamapta Polda Bali, SAR Brimob Polda Bali, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Saba, Balawista Gianyar, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya