Kalung Emas Senilai Rp185 Juta di Jasad Nyoman Colik Hilang, Keluarga Minta Usut Tuntas

Man Colik semasa hidup saat mengenakan kalung emas.
Man Colik semasa hidup saat mengenakan kalung emas.

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Misteri kematian Nyoman Cita (50), yang akrab disapa Nyoman Colik, pedagang lawar godel asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, semakin menyisakan tanda tanya. Selain ditemukan sejumlah luka di tubuh korban, keluarga juga mengungkap adanya barang berharga yang hilang dari jasad korban, yakni kalung emas dan liontin emas yang diperkirakan bernilai sekitar Rp185 juta.

Temuan tersebut menambah daftar kejanggalan dalam kasus yang kini masih diselidiki aparat kepolisian. Keluarga korban menduga kematian Nyoman Colik bukanlah peristiwa yang wajar dan mendesak polisi mengusut tuntas seluruh rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kekerasan dan motif perampasan.

Adik korban, Ketut Buda Ana, mengatakan pihak keluarga semakin yakin kakaknya meninggal dalam kondisi tidak wajar setelah melihat adanya sejumlah luka pada tubuh korban.

“Kami dari keluarga berharap kasus ini segera terungkap karena ini terkait dugaan pembunuhan. Kematiannya janggal karena ada luka-luka di tubuh korban,” ujar Ketut Buda Ana, Jumat (3/7/2026).

BACA JUGA :  Penjambret Kalung Emas Asal Gianyar Ditangkap Polres Bangli, Beraksi di 11 TKP

Menurutnya, terdapat empat luka yang ditemukan pada tubuh korban, yakni dua luka di punggung sebelah kiri, satu luka di punggung kanan, serta satu luka di bagian depan perut. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan keluarga meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

Selain luka-luka tersebut, keluarga juga mengaku kehilangan barang berharga milik korban.

“Ada barang yang hilang,” katanya.

Barang yang dimaksud berupa kalung emas dengan berat sekitar 70 gram beserta sebuah liontin emas Antam yang selama ini disebut biasa dikenakan korban. Berdasarkan perhitungan Goldpedia.org, harga emas sekitar Rp2.646.600 per gram, nilai emas seberat 70 gram diperkirakan mencapai sekitar Rp185.262.000. Nilai tersebut belum termasuk harga liontin apabila memiliki nilai koleksi atau kadar berbeda.

Hilangnya perhiasan itu memunculkan dugaan bahwa kemungkinan terdapat motif ekonomi di balik kematian korban. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang mengaitkan hilangnya barang tersebut dengan penyebab kematian.

BACA JUGA :  Aksi Pencurian di Kos Pelajar Terekam CCTV, Laptop Hingga Kamera Raib

Kronologi Korban Menghilang

Buda Ana menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan kepada istrinya dengan alasan ingin melepas penat.

“Katanya mau lepas penat, meseliahan (berkeliling). Tapi sampai pukul delapan malam belum pulang. Istri dan anaknya menelepon, HP berdering tetapi tidak diangkat,” tuturnya.

Merasa khawatir, anak korban kemudian menghubungi Buda Ana untuk ikut mencari.

“Anaknya meminta saya mencari ke Pantai Lepang karena biasanya bapak ke sana,” ujarnya.

Sesampainya di Pantai Lepang, keluarga menemukan sepeda motor milik korban. Namun kunci kendaraan sudah tidak ada. Tidak jauh dari lokasi tersebut, telepon genggam korban ditemukan dalam kondisi terendam air.

“Motornya ada, tetapi orangnya tidak ada. HP juga ditemukan terendam,” katanya.

BACA JUGA :  Gadis 15 Tahun di Buleleng Diduga Dijual lewat Aplikasi MiChat

Sejumlah Pertanyaan Belum Terjawab

Rangkaian temuan tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan yang hingga kini belum terjawab. Mengapa kalung emas dan liontin korban hilang? Bagaimana korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh? Mengapa sepeda motor masih berada di lokasi, tetapi kuncinya hilang? Serta bagaimana telepon genggam korban bisa berada dalam kondisi terendam air?

Seluruh pertanyaan itu kini menjadi bagian penting yang diharapkan dapat dijawab melalui proses penyelidikan dan hasil pemeriksaan forensik oleh aparat kepolisian.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian Nyoman Colik sekaligus menelusuri dugaan hilangnya barang berharga milik korban. Polisi juga belum mengumumkan adanya tersangka maupun menyampaikan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya tindak pidana dalam kasus tersebut.

Keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh agar seluruh fakta di balik kematian Nyoman Colik dapat terungkap.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya