KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hingga Triwulan I Tahun 2026, capaian Universal Coverage Jaminan (UCJ) di Kabupaten Klungkung diproyeksikan mencapai 55,13 persen.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, serta dipimpin Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Gianyar, Venina.
Dalam arahannya, Bupati Satria menegaskan pentingnya penggunaan data yang valid dan akurat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan. Ia menekankan bahwa data kepesertaan harus benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan agar program perlindungan dapat tepat sasaran.
“Data yang sudah sesuai harus segera ditindaklanjuti. Namun jika masih ada keraguan, perlu dilakukan koreksi agar hasilnya lebih faktual dan penerima manfaat benar-benar tepat,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan kolaborasi dengan sektor swasta dalam memperluas kepesertaan. Menurutnya, masih banyak pekerja yang belum terdata, sehingga diperlukan kerja sama lintas sektor serta peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sementara itu, Venina mengungkapkan potensi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di Kabupaten Klungkung mencapai 50.673 orang. Namun, hingga saat ini cakupan kepesertaan baru menyentuh angka 20.529 orang, sehingga masih terdapat selisih sekitar 30.144 pekerja yang belum mendapatkan perlindungan.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah penduduk Klungkung yang telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 48.956 orang. Adapun potensi perlindungan bagi pekerja rentan oleh pemerintah daerah mencapai 11.156 orang.
Berdasarkan data tersebut, total proyeksi peserta yang terlindungi mencapai 60.112 orang atau setara 55,13 persen dari keseluruhan potensi.
Pemkab Klungkung pun berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian tersebut melalui validasi data, penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, serta perluasan kepesertaan, guna mewujudkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang merata bagi seluruh masyarakat. (*)
