Krematorium Bebalang, Solusi Modern Upacara Ngaben Tanpa Geser Tradisi

Pelaksaan kremasi di Bebalang Bangli diawali dengan upacara militer.
Pelaksaan kremasi di Bebalang Bangli diawali dengan upacara militer.

BANGLI, BALINEWS.ID – Krematorium Sagraha Mandrakantha Santhi yang berlokasi di Desa Bebalang, Bangli, hadir sebagai respons terhadap tantangan zaman dalam pelaksanaan upacara ngaben. Ketua Yayasan Krematorium, I Nyoman Karsana, SE, menegaskan bahwa keberadaan krematorium ini bukan untuk menggantikan adat dan tradisi, melainkan menjadi alternatif modern bagi umat Hindu yang menghadapi kendala adat atau keterbatasan di lingkungan banjar masing-masing.

“Krematorium ini kami hadirkan sebagai solusi bagi keluarga yang ingin melaksanakan upacara ngaben dengan tetap menjaga makna dan kesakralannya, namun disesuaikan dengan kondisi zaman dan keterbatasan yang ada,” ujar Karsana.

BACA JUGA :  Pilu! 6 Orang Tertimpa Pohon saat Hadiri Upacara Kremasi, Begini Kondisinya

Krematorium Bebalang telah dilengkapi fasilitas representatif yang nyaman, asri, dan layak sebagai tempat suci. Di dalamnya telah dibangun pelinggih Ida Bhatara Dalem dan Pelinggih Dalem Praja Pati, yang telah melalui prosesi pemelaspasan secara lengkap, sehingga tempat ini tetap menjaga kesucian dan kehormatan dalam pelaksanaan ritual keagamaan.

Upacara ngaben yang dilakukan di krematorium ini bersifat fleksibel dan dapat dikoordinasikan langsung dengan panitia keluarga. Keluarga diberi keleluasaan untuk memilih pemuput (sulinggih) sesuai kehendak, meskipun ada ketentuan khusus apabila sulinggih berasal dari luar wilayah Bangli.

Sebagai bentuk layanan, krematorium menawarkan tiga pilihan paket upacara ngaben, yakni:

  • Swasta Geni seharga Rp 16.000.000

  • Pranawa seharga Rp 20.000.000

  • Utama Ngewangun seharga Rp 27.000.000

BACA JUGA :  Diduga Terlibat Kasus Siber dan Suap, WN Rusia Diekstradisi dari Bali

Setiap paket dirancang dengan memperhatikan unsur adat, namun disesuaikan dalam kerangka pelayanan modern. Selain itu, tersedia pula layanan Atma Wedana Ngelanus dengan paket tersendiri untuk memenuhi kebutuhan ritual secara menyeluruh.

Menurut Karsana, seluruh prosesi pengabenan dapat dilakukan secara lengkap di krematorium, atau dapat pula dibagi sebagian antara rumah duka dan lokasi kremasi sesuai dengan kehendak keluarga.

Ia menegaskan, krematorium ini dibangun sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika sosial dan ekonomi masyarakat modern, namun tetap menjaga penghormatan terhadap nilai-nilai luhur budaya Bali.

BACA JUGA :  Berjumlah 167 Atlet, Kontingen Porprov Bangli Ditarget 20 Medali Emas

“Kita tidak boleh kaku dalam tradisi, karena zaman terus berubah. Namun nilai dan makna spiritualnya harus tetap kita jaga. Oleh karena itu, penting bagi desa adat untuk melakukan adaptasi terhadap awig-awig dan perarem, agar tetap relevan dan memberi ruang bagi solusi seperti ini,” tutup Karsana.

Dengan kehadiran krematorium Bebalang, masyarakat kini memiliki alternatif yang layak dan bermartabat dalam melaksanakan upacara pengabenan, tanpa kehilangan esensi adat dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

guest
0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

DENPASAR, BALINEWS.ID — Pariwisata masih menjadi sektor jasa penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, bersanding dengan ekspor hasil tambang,...
BANGLI, BALINEWS.ID – Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa menegaskan komitmennya memasuki panggung World Class University...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran melaksanakan inspeksi...
BULELENG, BALINEWS.ID – Tiga nelayan asal Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, yang sempat hilang setelah jukung mereka tidak kembali...