WNA Belgia Meninggal Mendadak di Vila Nusa Penida, Polisi Lakukan Penyelidikan

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Seorang warga negara asing (WNA) asal Belgia ditemukan meninggal dunia saat menginap di sebuah vila di wilayah Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (16/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut langsung ditangani jajaran Polsek Nusa Penida dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Korban diketahui bernama Ann Marie J. Vandecaesbeek (57), wisatawan asal Belgia yang menginap bersama suaminya, Nico Carina P. Tetaert, di Penida Bambu Green Villas, Dusun Biaung, Desa Ped.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, pasangan tersebut sempat menikmati sarapan bersama di area kolam renang vila sekitar pukul 08.00 Wita. Setelah itu keduanya kembali ke kamar untuk bersiap melanjutkan aktivitas wisata selama berada di Nusa Penida.

BACA JUGA :  19 Pengendara 'Nakal' Ditindak di Hari Pertama Ops Patuh Agung 2025

Sekitar pukul 09.00 Wita, suami korban yang saat itu berada di kamar mandi mengaku mendengar suara istrinya memanggil dengan nada lemah. Saat keluar untuk mengecek kondisi korban, ia mendapati istrinya sudah tergeletak di lantai kamar dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Panik melihat kondisi tersebut, saksi langsung meminta bantuan staf vila. Upaya pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan dilakukan sembari menunggu kedatangan ambulans.

Korban kemudian dievakuasi menuju Klinik Nusa Medica untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

BACA JUGA :  Prof Lanang Perbawa Paparkan Kewenangan Presiden dalam Pemberian Abolisi dan Amnesti

Hasil pemeriksaan medis awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak ditemukan luka luar, luka berat maupun memar yang mengarah pada tindak kriminal.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, mengatakan pihaknya segera melakukan langkah-langkah kepolisian setelah menerima laporan dari pihak vila.

“Personel langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, pendataan serta meminta keterangan dari para saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga, lanjut Kapolsek, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit berat maupun alergi tertentu. Meski demikian, polisi tetap berkoordinasi dengan pihak medis dan instansi terkait guna melengkapi proses administrasi penanganan jenazah.

BACA JUGA :  Koster Bantah Isu Larangan Nelayan di Laguna Serangan, Sebut Berita Bohong

Pihak keluarga, dalam hal ini suami korban, juga telah menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah direncanakan akan dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar untuk penanganan lebih lanjut sebelum proses pemulangan ke negara asal.

Hingga kini, kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan penanganan kasus masih difokuskan pada pemenuhan prosedur administrasi serta koordinasi dengan pihak keluarga dan perwakilan terkait. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya