BALINEWS.ID – Perempuan berinisial ANW kini buka suara mengenai dugaan pelecehan seksual yang menurut pengakuannya terjadi di sebuah klub malam di kawasan SCBD, Jakarta. Ia mengaku mengalami peristiwa tersebut setelah datang bersama teman-temannya untuk menikmati malam.
Sambil menahan tangis, ANW menceritakan bagaimana dirinya awalnya tidak memiliki kecurigaan apa pun.
Menurut ANW, kejadian itu bermula ketika ia datang ke salah satu klub di SCBD sekitar pukul 02.00 bersama seorang teman. Saat berada di lokasi, seorang staf klub kemudian menawarkan agar ANW dan rekannya ikut meramaikan ruangan milik penyanyi berinisial BP atau Betrand Peto.
Tawaran itu diterima karena, menurut pengakuan ANW, staf klub sempat memastikan bahwa ruangan tersebut aman.
ANW mengatakan dirinya sama sekali tidak menduga akan mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Situasi mulai berubah ketika ia keluar sebentar dari ruangan untuk mengambil telepon genggam yang berada di sofa di luar. Saat kembali, temannya ternyata sudah tidak berada di tempat.
Ia kemudian mendapat informasi bahwa rekannya sedang berada di toilet.
Di titik itulah, menurut pengakuan ANW, peristiwa yang membuatnya menangis terjadi.
ANW mengatakan dirinya duduk di sofa dan berada di samping BP. Ia mengaku kemudian ditarik tangannya dan diajak menuju area toilet karena mengira akan mencari temannya.
Namun menurut keterangannya, tindakan yang terjadi kemudian justru membuatnya merasa dilecehkan.
“Saya kira dia ngajak saya untuk ngecek teman saya di toilet,” ujar ANW saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026).
“Saya dilecehin,” lanjutnya.
Cerita ini sejauh ini merupakan pengakuan dari ANW mengenai dugaan pelecehan seksual. Detail kejadian dan dugaan tindak pidana tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan proses hukum serta keterangan dari pihak-pihak terkait.
Yang membuat kasus ini menjadi perhatian bukan hanya siapa sosok yang disebut ANW, tetapi juga bagaimana sebuah ajakan sederhana di tempat hiburan malam menurut pengakuannya berubah menjadi pengalaman yang meninggalkan luka.
Dan setelah ANW memilih bicara ke publik, pertanyaan berikutnya tentu mengarah pada satu hal: bagaimana kasus ini akan diproses dan apa respons dari pihak yang dilaporkan?
