Rayakan HUT Ke-8, Suradiva Ajak Puluhan Anak Bersihkan Sampah Plastik, Siapkan Kembali Program ‘Ngelawang Kedas’ 

GIANYAR, BALINEWS.ID – Berbeda dari perayaan ulang tahun pada umumnya, Komunitas Sanggar Seni Suradiva memilih memperingati hari jadinya yang ke-8 dengan mengajak puluhan anak didiknya melakukan aksi peduli lingkungan.

Menjelang HUT ke-8 yang jatuh pada 14 September 2026, Sanggar Seni Suradiva menggelar aksi bersih-bersih sampah plastik di lingkungan sekitar, Minggu (13/9/2026). Lebih dari 80 anak didik sanggar turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dipimpin Adi Siput, anak-anak tampak antusias menyisir lingkungan sekitar untuk mengumpulkan dan memilah sampah plastik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Selain dikenal sebagai wadah pengembangan kreativitas dan seni, Sanggar Seni Suradiva juga ingin membentuk karakter anak-anak agar memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

BACA JUGA :  Gadis SMA di Denpasar Diduga Dicabuli Teman Sekolah, Orang tuanya Melapor ke Polda Bali

Adi Siput mengatakan, momentum usia ke-8 menjadi kesempatan bagi Sanggar Seni Suradiva untuk memberikan makna lebih dalam kepada para anggota dan anak didiknya.

“Di usia yang ke-8 ini, Suradiva ingin anak-anak tidak hanya mahir dalam seni, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Seni dan alam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan seni dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan. Melalui kegiatan sederhana seperti aksi bersih sampah plastik, anak-anak diharapkan memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Selain aksi peduli lingkungan, perayaan HUT ke-8 Suradiva juga diisi dengan berbagai kegiatan fun games. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempererat kebersamaan, membangun kekompakan serta memperkuat rasa persaudaraan di antara anggota sanggar.

BACA JUGA :  BPBD Gianyar Catat 83 Kali Bencana Selama Maret 2025, Kejadian Ini Mendominasi

Pada momentum peringatan hari jadi kali ini, Komunitas Sanggar Seni Suradiva juga menyiapkan kembali salah satu program inovatif yang sebelumnya pernah digerakkan, yakni “Ngelawang Kedas”.

Program tersebut memadukan seni tradisi Bali dengan gerakan kepedulian terhadap lingkungan. Tradisi ngelawang yang identik dengan pertunjukan Barong berkeliling akan dikemas dengan konsep berbeda dan membawa pesan penting tentang kebersihan lingkungan.

Barong yang digunakan dalam program Ngelawang Kedas nantinya dirancang dengan memanfaatkan bahan-bahan hasil daur ulang sampah. Selain menampilkan kesenian tradisional, kegiatan tersebut juga akan menjadi sarana kampanye untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui program Ngelawang Kedas, Sanggar Seni Suradiva ingin menunjukkan bahwa pelestarian seni dan budaya Bali dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga alam dan lingkungan.

BACA JUGA :  Metodologi Hindu Nusantara: Satukan Umat, Rawat Kebhinnekaan

Program tersebut diharapkan mampu menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan tanpa meninggalkan nilai-nilai seni dan budaya lokal.

Memasuki usia ke-8 tahun, Sanggar Seni Suradiva berkomitmen terus menjadi wadah kreativitas bagi anak-anak dan generasi muda. Tidak hanya fokus pada pelestarian seni budaya lokal, sanggar ini juga berupaya menanamkan nilai karakter, kepedulian sosial serta kecintaan terhadap lingkungan kepada generasi penerus.

Dengan semangat seni dan lingkungan, Suradiva berharap program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus mengajak generasi muda untuk bersama-sama menjaga Bali tetap bersih, lestari dan “kedas”. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya