BALINEWS.ID – Yayasan Puri Kauhan Ubud menyambut positif kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dan India sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur peradaban Nusantara.
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut yang dinilai memiliki makna lebih dari sekadar agenda kenegaraan. Menurutnya, kunjungan itu menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad melalui ikatan budaya, spiritualitas, dan sejarah peradaban.
Yayasan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat India atas dukungan dalam proses restorasi Candi Prambanan. Kontribusi tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kerja sama kedua negara dalam menjaga salah satu warisan budaya dunia yang diakui UNESCO.
Dalam keterangannya, Yayasan Puri Kauhan Ubud menegaskan bahwa Candi Prambanan merupakan mahakarya para leluhur Nusantara yang tidak hanya memiliki nilai arkeologis, tetapi juga menjadi pusat pengetahuan, kebudayaan, dan pendidikan karakter.
Dari sisi arsitektur, Prambanan disebut menunjukkan tingginya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi konstruksi pada masanya. Kemegahan bangunan, kualitas seni pahat, hingga kekayaan relief menjadi bukti kemampuan para leluhur Nusantara dalam menciptakan karya monumental yang mampu bertahan lintas zaman.
Selain itu, tata ruang kompleks candi yang menempatkan Candi Siwa berdampingan dengan Candi Brahma dan Candi Wisnu dinilai mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman dalam harmoni. Nilai tersebut disebut memiliki kesamaan dengan konsep Tri Murti yang dikenal dalam tradisi Hindu di Bali.
Keberadaan Kompleks Candi Prambanan yang berdampingan dengan Candi Sewu bercorak Buddha juga dianggap menjadi bukti bahwa masyarakat Nusantara sejak masa lampau telah hidup dalam semangat toleransi dan keberagaman yang selaras dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Yayasan juga menyoroti relief-relief yang menghiasi Candi Prambanan sebagai media pendidikan moral. Kisah Ramayana, Krisnayana, hingga relief Kalpataru dinilai mengandung ajaran mengenai kepemimpinan, kebajikan, keberanian, pengabdian, kasih sayang, dan keseimbangan hidup yang tetap relevan hingga saat ini.
Menurut Yayasan, momentum kunjungan Narendra Modi seharusnya tidak hanya menjadi kebanggaan karena perhatian dunia terhadap Prambanan, tetapi juga menjadi pengingat agar bangsa Indonesia mampu mewarisi ilmu pengetahuan, karakter, etika, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
“Semoga kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Candi Prambanan menjadi momentum untuk memperkuat persahabatan Indonesia dan India, sekaligus membangkitkan kesadaran kita semua agar tidak hanya menjadi pewaris bangunan-bangunan agung peninggalan leluhur, tetapi juga menjadi pewaris ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, karakter, dan nilai-nilai luhur peradaban Nusantara,” ujar Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana. (*)
