BANGLI, BALINEWS.ID – Memasuki akhir pekan, kawasan wisata Kintamani, Kabupaten Bangli, menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Namun, pengunjung diimbau mempersiapkan pakaian hangat karena suhu udara di kawasan pegunungan tersebut dalam sepekan terakhir terasa semakin dingin.
Berdasarkan data cuaca, suhu udara di Kota Denpasar berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celsius. Sementara itu, suhu di Kintamani jauh lebih rendah, yakni berkisar 16 hingga 26 derajat Celsius. Bahkan, pada Kamis (2/7) pukul 18.00 Wita, suhu udara di Kintamani tercatat mencapai 21 derajat Celsius.
Suhu terendah tersebut hampir setara dengan pengaturan suhu minimum pada pendingin ruangan (AC), yang umumnya berada di angka 16 derajat Celsius.
Meski matahari bersinar terang pada siang hari, udara di Kintamani tetap terasa dingin karena berada di dataran tinggi. Kondisi ini kerap mengejutkan wisatawan yang datang dari kawasan pesisir seperti Denpasar.
Pengalaman tersebut dibagikan salah seorang pengunjung melalui akun media sosialnya, Ptry Kara. Ia mengaku tidak menyangka udara di Kintamani terasa sangat dingin meski cuaca terlihat cerah.
“Di video kelihatan panas karena sinar matahari, tapi aslinya dingin sekali sampai pilek. Karena terbiasa dengan udara panasnya Denpasar, sampai Kintamani langsung hipo. Tapi puas dengan pemandangannya,” tulisnya.
Unggahan itu memperlihatkan panorama alam Kintamani dengan hamparan pegunungan dan langit cerah yang memanjakan mata. Meski demikian, suhu udara yang rendah menjadi pengalaman tersendiri bagi para wisatawan.
Bagi masyarakat yang berencana menghabiskan libur akhir pekan di Kintamani, disarankan membawa jaket, syal, atau pakaian hangat lainnya, terutama jika berkunjung pada pagi, sore, hingga malam hari ketika suhu udara cenderung lebih rendah. Selain menikmati panorama Gunung dan Danau Batur, kenyamanan selama berwisata juga akan lebih terjaga dengan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca.
