Lima Penumpang Masih Belum Ditemukan, KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok

LOMBOK BARAT, BALINEWS.ID — Operasi pencarian dan penanganan korban KMP Putri Yasmin terus menjadi perhatian setelah kapal penyeberangan rute Padangbai, Bali–Lembar, Lombok Barat, terbakar di perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) dini hari.

Dalam perkembangan terbaru, lima orang masih belum ditemukan, sementara data sementara mencatat 211 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan satu penumpang meninggal dunia.

KMP Putri Yasmin yang dioperasikan PT Jemla Ferry bertolak dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA. Sekitar pukul 04.15 WITA, kebakaran dilaporkan terjadi ketika kapal berada di perairan Selat Lombok.

Tim SAR gabungan langsung melakukan operasi penyelamatan dengan mengerahkan sejumlah kapal, termasuk KN SAR 220 Mataram, KAL Lembar, kapal patroli Polairud Polda NTB, RIB dan RBB Basarnas Mataram, KMP Parama Kaliani, KMP Portlink II, serta kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

BACA JUGA :  Selamat! Kungkang Siwa Keluar Sebagai Juara I Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung

Proses evakuasi berlangsung bertahap. KMP Portlink II menyelamatkan 35 orang, KN SAR 220 Mataram 59 orang, KAL Lembar 18 orang, RBB Basarnas Mataram 24 orang, RIB Basarnas Mataram sembilan orang, kapal patroli Polairud Polda NTB 25 orang, dan KMP Parama Kaliani 39 orang.

Sementara kapal Still Here mengevakuasi tiga orang, terdiri dari dua korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Korban meninggal diketahui bernama Indah Dwi Septiani (20), warga Mataram. Ia ditemukan saat proses evakuasi oleh kapal Still Here.

Hingga laporan terakhir, jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 212 orang, terdiri atas 211 orang selamat dan satu meninggal dunia. Tidak terdapat laporan korban mengalami luka berdasarkan informasi dari Balai Kesehatan Lembar.

BACA JUGA :  Curi 25 Kg Daging Sapi Hotel, Pria Asal Buleleng Diciduk di Kosannya

Namun, lima orang masih dalam pencarian, sehingga operasi SAR dan proses pendataan menjadi perhatian utama petugas.

Selain persoalan korban, petugas juga masih melakukan pendataan kendaraan dan barang yang berada di atas kapal. Laporan awal mencatat terdapat sekitar 79 unit kendaraan, meski masih ditemukan perbedaan dalam klasifikasi dan pencatatannya.

Kebakaran diduga berasal dari salah satu kendaraan, yakni truk box yang berada di dalam kapal. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan, yang rencananya melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama KSOP Lembar.

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah ketidaksesuaian data manifest penumpang. Manifest tercatat memuat 131 penumpang, sedangkan data riil yang dihimpun di lapangan mencapai 187 orang. Selisih 56 orang diduga berkaitan dengan sistem pendataan penumpang kendaraan, khususnya sopir truk yang tercatat tanpa seluruh penumpang dalam kendaraannya.

BACA JUGA :  WNA Portugal Diamankan di Bandara Ngurah Rai, Bawa 50 Butir Amunisi Tanpa Izin

Sejumlah warga negara asing juga tercatat dalam daftar korban yang berhasil dievakuasi dan masih menjalani proses pendataan lebih lanjut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya telah mendatangi Pelabuhan ASDP Lembar untuk meninjau langsung proses penanganan korban.

Dengan masih adanya lima orang yang belum ditemukan, fokus operasi kini bergeser pada pencarian korban yang masih hilang, verifikasi total penumpang, serta penyelidikan penyebab kebakaran. Total kerugian material dan kondisi kapal juga masih menunggu hasil pendataan resmi.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya