Ubah Citra TPA Sampah, Desa Temesi Gali Potensi Air Terjun Jadi Ikon Wisata Baru

Air terjun Temesi didominasi pengunjung domestik
Air terjun Temesi didominasi pengunjung domestik

GIANYAR, BALINEWS.ID – Desa Temesi yang selama ini lekat dengan citra sebagai lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, mulai bersolek membangkitkan potensi alamnya. Masyarakat setempat kini bahu-membahu mengembangkan potensi air terjun setinggi kurang lebih 10 meter sebagai calon ikon pariwisata baru untuk mengikis stigma negatif dan memulihkan ekonomi desa.

Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, menegaskan keberadaan destinasi alam ini menjadi angin segar bagi perubahan citra desa di mata publik. “Selama ini Desa Temesi dikenal dengan TPA atau penampungan sampah. Dengan terwujudnya objek air terjun ini, akan mengharumkan nama Desa Temesi,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pendaki Brazil Tewas Jatuh di Rinjani, Kemenpar Ingatkan SOP Pendakian

Air terjun yang mengucur dari tebing batu alam tersebut menawarkan keunikan tersendiri. Gemericik airnya yang khas berpadu dengan lanskap alam sekitar yang masih asri dan hijau, menjadikannya modal kuat untuk daya tarik wisatawan.

Kendati demikian, pengembangannya masih dihadapkan pada kendala aksesibilitas yang melintasi lahan warga. Guna menembus rintangan tersebut, pemerintah desa bersama puluhan warga secara rutin menggelar aksi gotong royong setiap akhir pekan.

“Dari dulu potensi ini belum pernah tergali. Kami coba memetakan dan memperhitungkan bagaimana agar potensi ini bisa diekspresikan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes). Setiap hari Minggu, sekitar 60 warga turun secara sukarela membersihkan akses dan lokasi air terjun,” terang Branayoga.

BACA JUGA :  Kontribusi Pariwisata terhadap Budaya Hindu Bali Dinilai Belum Berimbang

Pengembangan destinasi ini juga didukung oleh keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang berpengalaman di industri pelancongan. Desa Temesi resmi membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tamba Wesi yang diketuai oleh Wayan Sunarga, seorang praktisi yang memiliki rekam jejak sebagai manajer vila.

Pembentukan Pokdarwis ini diproyeksikan tidak hanya untuk menggenjot PADes, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal melalui penyediaan pemandu wisata (local guide).

Posisi geografis Desa Temesi terbilang sangat strategis karena berada dekat dengan perlintasan jalur tur utama Bali, seperti akses menuju Desa Penglipuran, Candi Besakih, hingga Ubud. Keunggulan komparatif ini diharapkan mampu menarik simpangan arus wisatawan yang melintas.

BACA JUGA :  Lewat SAKIRA, BI dan ASITA Gaungkan QRIS Cross Border dan Isu Strategis Pariwisata Bali

Pemerintah Desa Temesi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar untuk berkonsultasi mengenai pemetaan potensi alam maupun buatan secara berkelanjutan.

“Kami berharap ada pihak yang dapat membantu, terutama dari sisi pemasaran. Dukungan seluruh warga yang berkecimpung di dunia pariwisata sangat kami harapkan. Kami yakin destinasi ini kelak akan menjadi kebanggaan Desa Temesi,” pungkasnya.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya