DENPASAR, BALINEWS.ID – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Sadar, kawasan Tukad Tegal Wangi Sesetan, Denpasar Selatan, berlangsung semarak dan penuh semangat gotong royong, Rabu (27/5/2026). Tahun ini, panitia kurban menyembelih 13 ekor sapi dan 57 ekor kambing, sekaligus memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara ramah lingkungan agar tidak mencemari kawasan sekitar masjid.
Ketua Yayasan Masjid Sadar, Badrut Tamam mengatakan, penyembelihan hewan kurban merupakan amanah tahunan dari para jamaah dan pengkurban yang terus meningkat setiap tahunnya.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 13 sapi dan 57 kambing. Ini amanah dari para pengkurban yang dipercayakan kepada panitia,” ujar Badrut di sela kegiatan kurban.
Menurutnya, sebagian besar hewan kurban berasal dari jamaah Masjid Sadar. Namun, ada pula titipan dari perusahaan maupun keluarga yang berkurban secara kolektif.

Untuk proses distribusi, panitia menargetkan pembagian sekitar 4.000 kantong daging kurban kepada masyarakat sekitar. Tidak hanya untuk warga muslim, ratusan paket juga dialokasikan bagi masyarakat non-muslim sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi sosial.
“Sekitar 500 kantong diberikan kepada masyarakat non-muslim di lingkungan sekitar, termasuk aparat desa, pecalang, hingga tokoh masyarakat,” jelasnya.
Panitia kurban tahun ini juga melibatkan sekitar 230 orang, termasuk remaja masjid dan relawan. Seluruh proses penyembelihan ditargetkan selesai dalam setengah hari agar distribusi bisa dilakukan pada sore hari.
Selain fokus pada pelayanan masyarakat, Masjid Sadar juga menaruh perhatian besar pada pengelolaan limbah hewan kurban. Pihak yayasan menyiapkan sistem pengolahan khusus menyerupai septic tank untuk menampung limbah padat maupun cair.
“Kita sudah punya tempat pengolahan di sebelah barat. Limbahnya dikelola sendiri agar tidak mengotori lingkungan,” kata Badrut.
Tak hanya itu, yayasan juga menggandeng peneliti lokal untuk menerapkan mikroorganisme khusus yang mampu mengurangi bau darah dan limbah hewan kurban.
“Mudah-mudahan tahun ini lebih baik dari sebelumnya karena sudah menggunakan mikroorganisme tertentu untuk menghilangkan bau,” imbuh dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar tersebut.
Dalam distribusi daging, panitia juga mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan memanfaatkan besek untuk sebagian pembagian, khususnya kepada pengkurban sapi.
Sementara itu, Ketua Panitia Idul Kurban Masjid Sadar, Rustam Effendy menyebut peningkatan jumlah kambing kurban tahun ini tidak lepas dari program “Tabakur” atau Tabungan Kurban yang diterapkan yayasan.
Melalui program tersebut, jamaah dapat menabung secara fleksibel, mulai dari harian hingga bulanan, untuk mempersiapkan pembelian hewan kurban.
“Kalau kambing meningkat dari 50 menjadi 57 ekor. Itu karena masyarakat terbantu dengan program tabungan kurban,” ungkap Rustam.
Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, Yayasan Masjid Sadar juga bekerja sama dengan tenaga kesehatan hewan dari Universitas Udayana serta Persatuan Dokter Hewan Indonesia Provinsi Bali. Pemeriksaan dilakukan sebelum proses penyembelihan dan dipastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat.

