SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menjalin kerja sama pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI melalui penandatanganan perjanjian pinjaman daerah tahap II senilai Rp18 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk penataan kawasan suci Pura Watuklotok sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur pariwisata.
Penandatanganan perjanjian dilakukan Bupati Klungkung I Made Satria bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Selasa (14/7/2026).
Bupati I Made Satria menjelaskan, pinjaman tahap kedua tersebut merupakan lanjutan dari kerja sama pembiayaan yang sebelumnya telah disepakati antara Pemkab Klungkung dan PT SMI.
Menurutnya, total nilai pinjaman daerah yang disiapkan mencapai Rp68,6 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp50,6 miliar telah ditandatangani pada tahap pertama di Jakarta pada 6 Juli 2026, sedangkan sisanya Rp18 miliar diselesaikan melalui penandatanganan tahap kedua.
Dana pinjaman itu akan difokuskan untuk Paket Penataan Kawasan Pura Watuklotok. Penataan dilakukan guna meningkatkan kenyamanan kawasan bagi umat Hindu yang melaksanakan persembahyangan sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai destinasi wisata spiritual dan budaya.
“Harapannya kawasan Pura Watuklotok menjadi lebih tertata, nyaman bagi para pemedek, sekaligus mampu meningkatkan daya tarik wisata berbasis budaya dan spiritual di Klungkung,” ujar Bupati Satria.
Ia menegaskan seluruh dana pinjaman akan dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menjaga tata kelola keuangan agar pemanfaatan pinjaman dapat memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengganggu stabilitas fiskal daerah.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, mengapresiasi capaian pembangunan Kabupaten Klungkung yang dinilai menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Klungkung yang mencapai 5,67 persen menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan.
Selain pertumbuhan ekonomi, Faaris juga menyoroti penurunan angka kemiskinan ke level terendah dalam lima tahun terakhir serta tingkat pengangguran yang termasuk rendah di Bali. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata secara seimbang.
Ia menambahkan, sektor pariwisata Klungkung terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan telah melampaui 1,1 juta orang, sementara sektor akomodasi dan transportasi mencatat pertumbuhan lebih dari 13 persen.
PT SMI berharap dukungan pembiayaan tersebut mampu mempercepat pembangunan infrastruktur pariwisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Klungkung.
Penandatanganan perjanjian turut disaksikan Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom, Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana, jajaran kepala OPD, Direksi BPD Bali, manajemen PT SMI, serta sejumlah pejabat terkait. (*)
