Autopsi Ungkap Indikasi Kekerasan pada Pak Man Colik, Keluarga Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Jenazah I Nyoman Cita (50), alias Pak Man Colik, warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, yang diduga menjadi korban pembunuhan, masih dititipkan di RSUD Klungkung setelah menjalani autopsi di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar. Meski telah diserahkan kepada keluarga, prosesi pemakaman belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil musyawarah keluarga dan petunjuk dari desa adat.

Adik kandung korban, I Ketut Buda Ana, mengatakan keluarga berkeinginan melaksanakan prosesi ngaben. Namun, karena kematian korban diduga tergolong salah pati atau meninggal tidak wajar, pihak keluarga terlebih dahulu akan berkonsultasi dengan prajuru desa adat terkait tata cara pelaksanaan upacara sesuai ketentuan adat yang berlaku.

“Kami memang berencana mengabenkan almarhum. Tetapi karena meninggalnya diduga tidak wajar, kami masih menunggu petunjuk dari desa adat apakah bisa langsung diaben atau harus melalui tahapan tertentu. Apa pun keputusan desa adat, kami akan mengikutinya,” ujar Buda Ana, Jumat (3/7/2026).

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Pelaku dan Motif Dugaan Perampokan di Perumahan Kori Nuansa Barat Blok

Selain pertimbangan adat, pelaksanaan upacara juga belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena di lingkungan banjar setempat masih berlangsung rangkaian kegiatan keagamaan.

“Jenazah sementara masih dititipkan di RSUD Klungkung. Kami akan menggelar rembug keluarga lebih dulu untuk menentukan waktu dan tata cara pemakamannya,” katanya.

Mengenai hasil autopsi, Buda Ana mengaku keluarga hanya menerima penjelasan secara umum dari pihak berwenang. Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat luka akibat tusukan senjata tajam pada tubuh korban. Sementara hasil autopsi secara lengkap masih menjadi kewenangan penyidik kepolisian dan tim dokter forensik.

BACA JUGA :  Warga Kelurahan Benoa Digegerkan Penemuan Bayi Laki-laki di Semak-semak, Polisi Amankan Ibu Kandung

“Kami hanya mendapat informasi resmi bahwa ada luka tusukan senjata tajam. Untuk hasil autopsi secara rinci masih menjadi kewenangan polisi dan dokter,” ungkapnya.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik kematian Nyoman Cita. Mereka meyakini kematian korban bukan disebabkan kecelakaan, melainkan akibat tindak pidana.

“Kami berharap kasus ini segera terungkap sehingga pelakunya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami yakin kematian saudara kami tidak wajar,” tegas Buda Ana.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Klungkung, IPTU I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengatakan hingga Jumat sore penyidik masih menunggu hasil resmi autopsi dari tim forensik sebagai salah satu alat bukti penting dalam pengungkapan kasus tersebut.

BACA JUGA :  Bule Italia yang Ngamuk Ditilang Gegara Tak Pakai Helm Terancam Dideportasi

Menurutnya, penyelidikan masih difokuskan pada pengumpulan alat bukti, mulai dari pemeriksaan sejumlah saksi, analisis rekaman kamera pengawas (CCTV), pemeriksaan telepon seluler milik korban, hingga barang bukti lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Hingga sore tadi kami masih menunggu hasil autopsi yang belum diterima. Saat ini penyelidikan masih berada pada tahap pengumpulan alat bukti, baik keterangan para saksi, bukti digital berupa CCTV dan handphone korban, bukti surat berupa hasil autopsi, maupun barang bukti lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” jelas IPTU I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya