BALINEWS.ID – Musim kemarau bukan cuma soal cuaca yang lebih panas. Di Bali, ketika rumput mulai mengering, lahan terbuka kehilangan kelembapan, dan angin bertiup lebih kencang, api bisa bergerak jauh lebih cepat.
Karena itu, mencegah kebakaran sebenarnya dimulai dari hal-hal kecil di rumah dan lingkungan sekitar.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta membagikan sejumlah langkah pencegahan yang relevan diterapkan masyarakat selama kondisi kering. Prinsipnya sederhana: jangan memberi kesempatan kepada api untuk muncul dan berkembang.
1. Jangan membakar sampah sembarangan
Hindari membakar sampah, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin sedang kencang. Api kecil bisa menyebar ke rumput atau material kering di sekitarnya.
2. Pastikan api benar-benar padam
Setelah memasak atau menggunakan api untuk aktivitas lain, jangan langsung meninggalkannya. Pastikan tidak ada bara yang masih menyala.
3. Jauhkan benda mudah terbakar dari sumber panas
Bahan bakar, gas, kertas, kayu, dan material mudah terbakar lainnya sebaiknya tidak berada dekat kompor atau sumber panas.
4. Periksa kabel dan instalasi listrik
Kebakaran tidak selalu dimulai dari api terbuka. Kabel atau instalasi listrik yang rusak juga dapat menjadi sumber masalah.
Hindari menggunakan stopkontak dan kabel yang rusak. Jangan pula membebani satu sumber listrik dengan terlalu banyak perangkat.
5. Matikan peralatan listrik yang tidak digunakan
Sebelum meninggalkan rumah, biasakan memeriksa peralatan listrik. Perangkat yang tidak diperlukan sebaiknya dimatikan untuk mengurangi risiko munculnya sumber panas ketika rumah kosong.
6. Jangan buang puntung rokok sembarangan
Ini penting terutama di sekitar rumput, semak, atau vegetasi yang sudah kering. Puntung yang terlihat sudah mati masih dapat menyisakan bara.
7. Siapkan APAR di rumah
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa menjadi pertolongan awal ketika api masih kecil. Yang tidak kalah penting, anggota keluarga perlu tahu lokasi dan cara menggunakannya.
8. Jangan menunggu api membesar untuk melapor
Jika melihat asap atau api yang berpotensi menyebar, segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran atau layanan darurat setempat.
Satu hal yang perlu diingat: kebakaran jauh lebih mudah dicegah ketika masih berupa potensi daripada ditangani setelah api telanjur membesar.
Di tengah musim kemarau, kebiasaan sederhana seperti tidak membakar sampah, memeriksa kabel, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan bisa menjadi pembeda antara lingkungan yang aman dan kebakaran yang merembet ke mana-mana.
