Musim Kemarau di Bali, 8 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Cegah Kebakaran

BALINEWS.ID – Musim kemarau bukan cuma soal cuaca yang lebih panas. Di Bali, ketika rumput mulai mengering, lahan terbuka kehilangan kelembapan, dan angin bertiup lebih kencang, api bisa bergerak jauh lebih cepat.

Karena itu, mencegah kebakaran sebenarnya dimulai dari hal-hal kecil di rumah dan lingkungan sekitar.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta membagikan sejumlah langkah pencegahan yang relevan diterapkan masyarakat selama kondisi kering. Prinsipnya sederhana: jangan memberi kesempatan kepada api untuk muncul dan berkembang.

1. Jangan membakar sampah sembarangan

Hindari membakar sampah, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin sedang kencang. Api kecil bisa menyebar ke rumput atau material kering di sekitarnya.

BACA JUGA :  BGN Butuh 25 T Perbulan untuk Percepat Program Makan Bergizi

2. Pastikan api benar-benar padam

Setelah memasak atau menggunakan api untuk aktivitas lain, jangan langsung meninggalkannya. Pastikan tidak ada bara yang masih menyala.

3. Jauhkan benda mudah terbakar dari sumber panas

Bahan bakar, gas, kertas, kayu, dan material mudah terbakar lainnya sebaiknya tidak berada dekat kompor atau sumber panas.

4. Periksa kabel dan instalasi listrik

Kebakaran tidak selalu dimulai dari api terbuka. Kabel atau instalasi listrik yang rusak juga dapat menjadi sumber masalah.

Hindari menggunakan stopkontak dan kabel yang rusak. Jangan pula membebani satu sumber listrik dengan terlalu banyak perangkat.

BACA JUGA :  Wabup Klungkung Hadiri HBI ke-76, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Segera Dibangun

5. Matikan peralatan listrik yang tidak digunakan

Sebelum meninggalkan rumah, biasakan memeriksa peralatan listrik. Perangkat yang tidak diperlukan sebaiknya dimatikan untuk mengurangi risiko munculnya sumber panas ketika rumah kosong.

6. Jangan buang puntung rokok sembarangan

Ini penting terutama di sekitar rumput, semak, atau vegetasi yang sudah kering. Puntung yang terlihat sudah mati masih dapat menyisakan bara.

7. Siapkan APAR di rumah

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa menjadi pertolongan awal ketika api masih kecil. Yang tidak kalah penting, anggota keluarga perlu tahu lokasi dan cara menggunakannya.

BACA JUGA :  Trump Larang Mahasiswa Asing Kuliah di Harvard

8. Jangan menunggu api membesar untuk melapor

Jika melihat asap atau api yang berpotensi menyebar, segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran atau layanan darurat setempat.

Satu hal yang perlu diingat: kebakaran jauh lebih mudah dicegah ketika masih berupa potensi daripada ditangani setelah api telanjur membesar.

Di tengah musim kemarau, kebiasaan sederhana seperti tidak membakar sampah, memeriksa kabel, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan bisa menjadi pembeda antara lingkungan yang aman dan kebakaran yang merembet ke mana-mana.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya