DENPASAR, BALINEWS.ID — DPD Partai Demokrat Bali terus memperkuat konsolidasi organisasi menjelang HUT ke-25 Partai Demokrat pada 9 September 2026. Berbagai kegiatan sosial dan kerakyatan, termasuk aksi penanaman pohon dan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana, digencarkan untuk memperkuat kedekatan dengan publik.
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta mengatakan, berbagai aksi nyata kader ikut mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang bintang mercy tersebut.
“Ini saya melihat tingkat kepercayaan publik dan kecintaan pada Demokrat sudah naik terus. Karena aksi-aksi nyata yang dilakukan oleh Demokrat,” kata Mudarta.
Ia mencontohkan respons Demokrat terhadap gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Mudarta, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan langkah cepat untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk menangani akses jalan yang terganggu akibat longsor.
“Gerakan cepat dilakukan oleh Demokrat dengan aksi nyatanya,” ujarnya.
Mudarta menilai pemilih muda akan menjadi faktor penting dalam kontestasi politik mendatang. Ia memperkirakan sekitar 60 persen pemilih berasal dari kalangan milenial dan Gen Z.
Karena itu, Demokrat Bali akan menjadikan kelompok pemilih muda sebagai salah satu fokus utama untuk meningkatkan elektabilitas partai. Mudarta mengklaim tingkat kepercayaan terhadap Demokrat saat ini berada di posisi kedua, sedangkan tingkat keterpilihan berada di kisaran posisi ketiga hingga keempat.
“Kami tegaskan, karena mayoritas pemilihnya nanti itu adalah 60 persen dari generasi milenial dan Gen Z, saya yakin pemilih mayoritas itu akan coblos Partai Demokrat,” katanya.
Menurut Mudarta, pemilih muda memiliki akses informasi yang luas sehingga lebih mampu menentukan pilihan politik secara rasional. Mereka juga dinilai dapat memengaruhi pilihan politik orang tua dan generasi yang lebih tua di lingkungan keluarga.
Untuk Pemilu mendatang, Demokrat Bali menargetkan kembali masuk tiga besar perolehan kursi di Bali. Target tersebut mengacu pada capaian Demokrat Bali yang sebelumnya pernah berada di posisi kedua dan ketiga.
“Kalau Demokrat Bali kan pernah ranking dua, pernah ranking tiga. Kami kalau Bali itu masuk tiga besar lah. Masuk tiga besar sudah seksi,” ujarnya.
Selain target elektoral, Mudarta menyampaikan aspirasi kader Demokrat Bali agar AHY dapat maju dalam bursa calon presiden pada Pilpres mendatang.
Ia menilai perubahan aturan pencalonan presiden serta pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif secara serentak semestinya memberikan ruang bagi setiap ketua umum partai politik untuk maju sebagai calon presiden.
“Aspirasi kader kami seperti itu. Tapi nanti akan lihat petanya, tingkat kepercayaan seperti apa,” katanya.
Menurutnya, semakin banyak kandidat yang maju akan memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat dalam menentukan pemimpin nasional.
Terkait peluang AHY, Demokrat Bali akan terus mencermati perkembangan survei dan tingkat kepercayaan publik. Mudarta mengakui peta politik dapat berubah mengikuti dinamika nasional.
“Survei itu cerminan potret keinginan masyarakat. Tren itu pasti akan berubah,” ujarnya.
Mudarta bahkan optimistis AHY berpeluang menjadi presiden setelah Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut keyakinan tersebut juga berkembang di kalangan pendukung Demokrat.
“Berdasarkan ramalan para pendukung spiritual, Demokrat itu ketua umumnya akan jadi presiden kesembilan, setelah presiden kedelapan Prabowo,” katanya.
Dengan memperkuat kegiatan sosial, konsolidasi kader, dan pendekatan kepada pemilih muda, Demokrat Bali berharap momentum HUT ke-25 menjadi pijakan untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menghadapi kontestasi politik mendatang.
