Nusa Penida Siap Sambut Surya Metu Festival III, Suguhkan Baleganjur Ngarap dan Ragam Atraksi Budaya

NUSA PENIDA, BALINEWS.ID – Setelah sukses digelar dalam dua edisi sebelumnya, Surya Metu Festival Vol. III kembali hadir pada tahun 2026 dengan konsep yang lebih luas dan semarak. Festival budaya yang akan berlangsung pada 6–9 Agustus 2026 ini tidak hanya melibatkan peserta dari Kecamatan Nusa Penida, tetapi juga membuka partisipasi bagi seniman dan kelompok seni dari seluruh Bali.

Ketua Panitia Surya Metu Festival, I Dewa Ketut Rakendra, mengatakan perluasan cakupan peserta dilakukan sebagai hasil evaluasi penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu agenda unggulan yang kini dibuka untuk peserta se-Bali adalah Lomba Baleganjur Ngarap yang selama ini menjadi daya tarik utama festival.

BACA JUGA :  Pemindahan Sampah ke TPA Landih Dinilai Bukan Solusi, PC KMHDI Bangli Angkat Suara

Selain itu, lomba gebogan yang sebelumnya hanya diikuti desa adat setempat, pada tahun ini diperluas dengan melibatkan organisasi PKK se-Kecamatan Nusa Penida sehingga diharapkan mampu menambah semarak pelaksanaan festival.

“Kami ingin festival ini memberikan dampak yang lebih besar, baik dari sisi partisipasi maupun jangkauan promosi budaya. Persiapan sudah berjalan dengan sangat matang dan saat ini tinggal memantapkan pelaksanaan teknis di lapangan,” ujar Dewa Rakendra.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat dan pecinta seni terhadap berbagai perlombaan seperti tapel ogoh-ogoh, baleganjur ngarap, serta lomba gebogan menjadi motivasi panitia untuk menyajikan festival yang lebih berkualitas. Melalui ajang ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menjadi identitas Bali, khususnya Nusa Penida.

BACA JUGA :  Wanita Arogan di Amed Ditangkap, Ternyata Residivis dan Sempat Gigit Polisi

Sementara itu, Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika, menilai Surya Metu Festival telah menjadi ruang kreativitas bagi para seniman untuk menampilkan karya terbaiknya. Berbagai lomba yang digelar tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah pelestarian budaya sekaligus promosi seni tradisi kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, keberadaan festival budaya sangat penting bagi Nusa Penida yang selama ini dikenal karena keindahan alamnya. Kehadiran kegiatan seni dan budaya dinilai mampu memperkaya daya tarik pariwisata serta menciptakan keseimbangan antara pengembangan wisata alam dan pelestarian warisan budaya.

BACA JUGA :  Warga Tegallalang Meriahkan HUT RI dengan Lomba Gerak Jalan Inovatif Bernuansa Bali

“Budaya dan pariwisata memiliki hubungan yang saling mendukung. Melalui festival seperti ini, masyarakat tidak hanya menikmati pesona alam Nusa Penida, tetapi juga dapat mengenal kekayaan seni dan tradisi yang dimiliki daerah ini,” katanya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Surya Metu Festival mengusung tema “Segara Raksha”, yang bermakna pemuliaan dan penghormatan terhadap laut. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir Nusa Penida.

Usai rangkaian festival berakhir, kegiatan akan dilanjutkan dengan pameran UMKM yang berlangsung selama 15 hari sebagai upaya mendukung promosi produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya