DENPASAR, BALINEWS.ID – Kapal cargo MK Baruna tenggelam di perairan Padang Galak, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Bali, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya hendak berlayar menuju Nusa Lembongan, namun tertahan kondisi cuaca dengan gelombang laut yang mencapai sekitar empat meter.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kapten kapal bersama dua anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri dan berupaya mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan ke tepian pantai.
Berdasarkan pemeriksaan Sat Polairud Polresta Denpasar, kapal cargo tersebut milik I Wayan Subrata (54). Kapal memiliki panjang 22,5 meter dan lebar 4,5 meter, berwarna putih, serta menggunakan empat mesin tempel Yamaha berkekuatan masing-masing 40 PK.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, peristiwa tersebut bermula pada Senin (9/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, MK Baruna melakukan pemuatan barang kiriman hingga sekitar pukul 19.00 Wita.
Setelah proses pemuatan selesai, kapal bersiap berangkat. Namun, kondisi gelombang laut masih sangat besar, dengan ketinggian sekitar empat meter hingga pukul 21.00 Wita. Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan kapal untuk berlayar.
Kapten kapal, Mohamad Ilyas (40), kemudian memutuskan untuk lego jangkar sekitar 40 meter dari garis pantai. Demi menjaga keamanan kapal dan barang muatan, kapten bersama dua ABK, yakni Mohamad Nur Wadi (29) dan Paidi (41), tetap berada di atas kapal.
Situasi berubah pada Selasa pagi. Sekitar pukul 05.00 Wita, gelombang dan arus laut masih kuat. Air mulai masuk ke bagian belakang kapal.
Kapten kemudian berupaya membawa kapal menuju alur pelabuhan untuk mencari posisi yang lebih aman. Namun, kuatnya ombak dan arus justru menyebabkan air semakin banyak masuk ke dalam kapal hingga akhirnya MK Baruna tenggelam.
Kapten dan para ABK kemudian berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih memungkinkan untuk dievakuasi ke tepian pantai.
Sat Polairud Polresta Denpasar yang menerima informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi memeriksa kondisi kapal, meminta keterangan dari para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak KSOP atau Syahbandar Dermaga Sanur.
Petugas bersama kapten kapal, ABK, dan masyarakat sekitar juga melakukan upaya evakuasi terhadap kapal agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran, khususnya jalur keluar-masuk kapal penumpang di Dermaga Sanur.
Untuk sementara, posisi MK Baruna ditambatkan di pinggir pembatas alur masuk Pelabuhan Sanur sehingga tidak mengganggu jalur speedboat penumpang.
Polisi menduga tenggelamnya kapal disebabkan kondisi cuaca buruk, terutama gelombang dan arus laut yang kuat, yang mengakibatkan air masuk ke dalam badan kapal.
Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, pemilik kapal menyatakan nilai kerugian akibat tenggelamnya MK Baruna masih belum dapat diketahui.
