JAKARTA, BALINEWS.ID — Masyarakat Indonesia patut bersyukur. Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin RON 95 atau setara Pertamax tercatat sebagai yang termurah di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, harga bensin di Indonesia berada di kisaran US$0,73 per liter atau sekitar Rp12.390 per liter.
Berdasarkan perbandingan harga BBM di sejumlah negara ASEAN, Indonesia menempati posisi terendah untuk harga bensin. Sebaliknya, Singapura menjadi negara dengan harga BBM tertinggi di kawasan, dengan harga bensin mencapai US$2,545 per liter atau sekitar Rp43.195. Bahkan untuk jenis tertentu, harga bensin di Negeri Singa dapat menembus Rp41.000 hingga Rp53.000 per liter.
Berikut perbandingan harga BBM di beberapa negara ASEAN:
- Singapura: Bensin US$2,545 per liter (Rp43.195), diesel US$2,978 per liter (Rp50.544).
- Laos: Bensin US$1,779 per liter (Rp30.192), diesel US$1,889 per liter (Rp32.064).
- Thailand: Bensin US$1,600 per liter (Rp27.155), diesel US$1,223 per liter (Rp20.756).
- Filipina: Bensin US$1,588 per liter (Rp26.948), diesel US$1,974 per liter (Rp33.506).
- Myanmar: Bensin US$1,568 per liter (Rp26.610), diesel US$1,741 per liter (Rp29.553).
- Kamboja: Bensin US$1,546 per liter (Rp26.234), diesel US$1,796 per liter (Rp30.485).
- Malaysia: Bensin US$0,956 per liter (Rp16.225), diesel US$1,364 per liter (Rp23.143).
- Vietnam: Bensin US$0,94 per liter (Rp15.905), diesel US$1,359 per liter (Rp22.997).
- Indonesia: Bensin US$0,73 per liter (Rp12.390), diesel US$0,86 per liter (Rp14.620).
Data tersebut menunjukkan selisih harga yang cukup signifikan antara Indonesia dan negara-negara lain di kawasan, terutama Singapura yang mencatatkan harga hampir empat kali lipat lebih mahal.
BBM Subsidi Dijamin Tidak Naik
Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers mengenai kebijakan harga BBM bersubsidi dan transportasi udara di Jakarta, Senin (6/4).
Menkeu menegaskan bahwa kebijakan subsidi BBM telah dihitung secara matang dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun. Berdasarkan simulasi tersebut, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di kisaran 2,9 persen.
“Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” kata Menkeu dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan.
Selain itu, pemerintah memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun. Dana tersebut dapat dimanfaatkan apabila terjadi tekanan yang lebih besar, termasuk lonjakan harga minyak dunia yang signifikan dan berkepanjangan.
Meski demikian, pemerintah menilai kemungkinan harga minyak bertahan tinggi dalam jangka panjang relatif kecil. Menkeu juga meminta masyarakat tidak terpengaruh spekulasi mengenai kondisi keuangan negara.
“Masyarakat nggak usah khawatir, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan kami sudah hitung cukup,” tegasnya.
Dengan harga BBM yang kompetitif serta jaminan stabilitas dari pemerintah, posisi Indonesia dinilai relatif aman dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global.

