DENPASAR, BALINEWS.ID – Seorang pria bernama Handoyo (34) ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang berlokasi di Jalan Patih Nambi Utara, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (2/7/2026) pagi.
Korban pertama kali diketahui dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 08.30 Wita setelah salah seorang penghuni kos berusaha membangunkannya karena telepon genggam milik korban terus berdering namun tidak direspons.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan terkait penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kos sekitar pukul 09.00 Wita.
“Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (3/7/2026).
Penghuni kos tersebut kemudian berusaha membangunkan korban, namun tidak mendapat jawaban.
“Saksi kemudian mendekati korban dan mendapati korban sudah dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh membiru serta tangan kaku. Mengetahui hal tersebut, saksi segera menghubungi pemilik kos yang selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian,” jelasnya.
Menurut Adi Saputra Jaya, korban diketahui telah menghuni rumah kos tersebut selama kurang lebih satu tahun. Sementara itu, berdasarkan keterangan teman dekat korban, terakhir kali korban terlihat dalam kondisi sehat beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi, korban terakhir bertemu rekannya pada Selasa lalu dan saat itu tidak menunjukkan tanda-tanda sakit maupun mengeluhkan kondisi kesehatannya,” katanya.
Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan bagian atas tubuh berada di atas kasur, sedangkan bagian bawah tubuh berada di lantai. Korban mengenakan kaos dalamko berwarna putih dan celana pendek jeans berwarna biru.
“Petugas juga telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya,” tutup Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. (*)
