JAKARTA, BALINEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi di tanah air hingga ke akar-akarnya. Dalam pidato terbarunya di hadapan anggota DPR, Kepala Negara secara terbuka meminta masyarakat untuk aktif mengawasi dan tidak ragu melaporkan oknum aparat penegak hukum yang menjadi pelindung atau beking para pelaku korupsi.
Presiden mengimbau warga agar memanfaatkan teknologi digital secara aman sebagai alat pengawasan jika menemukan adanya penyalahgunaan wewenang di lapangan.
“Rakyat tidak bodoh lagi. Kalau aparat nggak beres, langsung videokan. Jangan dilawan, videokan saja dan lapor ke saya,” pungkas Prabowo tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam atas masih maraknya praktik rasuah, baik di tingkat pusat maupun di pemerintahan daerah. Ia menyebut tindakan curang yang dilakukan oleh para pejabat sejatinya sangat mudah untuk dideteksi.
“Saya sedih kalau banyak pejabat korupsi,” ujar Prabowo.
Meskipun pemerintah telah berkomitmen untuk menindak tegas dan tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat, Presiden menyoroti tantangan berat di lapangan. Salah satunya adalah keberadaan oknum penegak hukum berseragam yang kerap pasang badan demi membela para koruptor.
Menanggapi adanya keterlibatan oknum tersebut, mantan Danjen Kopassus ini memberikan peringatan keras. Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan disiplin dan hukum yang tegas demi menjaga muruah institusi negara.
“Tapi biasanya mereka ada bekingnya. Saya ini senior, saya alumni. Jadi saya nggak ragu. Jangan cemarkan TNI dan Polri. TNI dan Polri itu milik rakyat dan harus berjuang untuk rakyat,” tegas Presiden Prabowo.
