GIANYAR, BALINEWS.ID – Suasana pagi di areal persawahan Subak Pejeng, Banjar Kutri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar mendadak berubah tegang setelah warga menemukan seorang bayi laki-laki dalam kondisi menangis di tengah sawah, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.
Penemuan bayi itu bermula ketika sejumlah warga mendengar suara tangisan dari area persawahan yang masih sepi aktivitas. Saat didekati, warga melihat seorang perempuan yang belakangan diketahui sebagai ibu bayi tersebut meninggalkan bayi yang baru dilahirkan sebelum pergi dari lokasi. Situasi itu memicu kepanikan warga yang kemudian segera mengamankan bayi dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Tak menunggu lama, respons cepat langsung dilakukan jajaran Polsek Blahbatuh. Kapolsek Blahbatuh Luh Putu Sri Sumartini bersama personel turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara. Bayi laki-laki itu kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan sebelum dirujuk ke RS Sanjiwani Gianyar untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dari hasil pemeriksaan medis, kondisi bayi dilaporkan stabil. “Bayi dengan berat sekitar 3 kilogram dan panjang 49 sentimeter saat ini masih menjalani perawatan medis. Personel Polsek Blahbatuh juga telah melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan Dinas Sosial terkait penanganan lanjutan terhadap bayi tersebut,” jelas Kapolsek.
Di balik penemuan bayi itu, polisi bergerak cepat melakukan penelusuran identitas perempuan yang diduga sebagai ibu kandung sang bayi. Penyelidikan Unit Reskrim Polsek Blahbatuh akhirnya mengarah kepada seorang perempuan berinisial D.A.P.P. yang diketahui tengah menjalani perawatan medis di sebuah yayasan di wilayah Ubud.
Polisi mengungkap, identitas ibu bayi berhasil diketahui dari keterangan saksi di lokasi serta hasil pendalaman lapangan yang dilakukan sejak pagi. Berdasarkan pemeriksaan awal, perempuan tersebut mengaku mengalami persalinan mendadak di sekitar area persawahan sebelum akhirnya menyerahkan bayi kepada warga yang berada di lokasi kejadian.
Kapolsek Blahbatuh menegaskan, pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam menangani kasus tersebut. “Saat ini bayi masih menjalani perawatan di ruang NICU RS Sanjiwani Gianyar dalam kondisi sehat, sedangkan ibu bayi masih menjalani perawatan medis dan dalam pendampingan keluarga serta pengawasan Unit Reskrim Polsek Blahbatuh,” terang Kapolsek.
Selain mendalami kemungkinan unsur pidana, polisi juga membuka koordinasi lintas instansi bersama UPTD PPA Kabupaten Gianyar dan Unit PPA Sat Reskrim Polres Gianyar guna memastikan perlindungan terhadap ibu dan bayi berjalan maksimal. Pendampingan psikologis hingga penanganan sosial bagi keluarga disebut menjadi bagian penting dalam proses lanjutan kasus tersebut.
Polisi turut mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera memberikan pertolongan setelah mendengar tangisan bayi di area persawahan. Langkah cepat warga dinilai menjadi faktor penting yang memastikan keselamatan bayi dapat segera tertangani.
