Prancis Catat Sekitar 1000 Kematian Berlebih Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Foto ilustrasi (sumber: Pexels/olly)

INTERNASIONAL, BALINEWS.ID – Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari perkiraan sejak gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah negara itu pada 24 Juni.

Berdasarkan data sementara Badan Kesehatan Masyarakat Prancis, mayoritas korban merupakan warga berusia di atas 65 tahun, sementara jumlah kematian yang terjadi di rumah meningkat hingga 40 persen.

Dikutip dari ANTARA yang melansir Anadolu, Senin (29/6), Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan dampak gelombang panas belum berakhir meski suhu di sejumlah wilayah mulai menurun. Menurutnya, angka kematian saat ini masih berada di atas kondisi normal.

BACA JUGA :  Denpasar Dikepung Banjir, Pemkot Denpasar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Di Paris, layanan medis darurat (SAMU) mencatat 80 kematian pada Sabtu, termasuk 30 kasus serangan jantung. Namun, pemerintah menegaskan angka tersebut hanya mencakup kasus yang ditangani SAMU, sehingga tidak mencerminkan total kematian di ibu kota.
Meski hujan badai mulai menurunkan suhu, rumah sakit masih menangani lonjakan pasien dengan penyakit terkait panas.

Sementara itu, Meteo-France tetap mempertahankan status siaga oranye gelombang panas di 22 departemen, termasuk Paris. Otoritas kesehatan pun mengimbau masyarakat, terutama lansia dan warga yang tinggal sendiri, untuk tetap waspada karena dampak penuh gelombang panas diperkirakan masih terus berlangsung. (*)

BACA JUGA :  BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Rupiah yang Terus Melemah Jadi Alasan

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya