TABANAN, BALINEWS.ID – Wajah pusat Kota Singasana Tabanan bersiap mengalami transformasi besar-besaran mulai tahun 2026 ini. Pemerintah Kabupaten Tabanan meluncurkan proyek ambisius senilai Rp 60 miliar untuk menata ulang kawasan perkotaan, dengan fokus utama menyulap Jalan Gajah Mada yang sarat nilai sejarah menjadi kawasan heritage (warisan budaya) yang lebih estetik.
Sebagai langkah awal, pembongkaran Patung Catur Muka Tabanan di perempatan jantung kota telah resmi dilakukan pada Minggu (12/7/2026). Di lokasi yang sama, nantinya akan dibangun kembali Patung Catur Muka dengan dimensi yang lebih besar dan megah, yang dipercayakan kepada pematung kenamaan, I Nyoman Sudarwa.
Proyek strategis ini diketahui telah masuk dalam Dokumen Pengesahan Anggaran (DPA) dan dikerjakan dalam satu paket kontrak bersama revitalisasi Terminal Pesiapan.
Tiga Poin Utama Perubahan Kawasan
Penataan ini mengusung konsep penyelarasan antara nilai sejarah dan modernisasi perkotaan. Ada tiga rencana perubahan besar yang akan diterapkan di kawasan Jalan Gajah Mada:
Pavingisasi Jalan: Penggantian permukaan jalan aspal dengan paving khusus untuk memperkuat kesan klasik, rapi, dan menonjolkan nuansa zona bersejarah.
Ikon Kota Baru: Pembangunan ulang Patung Catur Muka dengan skala lebih besar oleh I Nyoman Sudarwa sebagai simbol identitas serta kemegahan baru Kota Tabanan.
Ramah Ekonomi Kreatif: Penataan ini dipastikan ramah terhadap sektor UMKM. Pemerintah tidak akan menggusur para pedagang kaki lima (termasuk Pasar Senggol), melainkan menata lapak mereka agar memiliki nilai tambah dan memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung.
Konsep Terintegrasi dan Hidupkan Sektor Ekonomi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, menegaskan bahwa tahapan sosialisasi kepada para tokoh adat serta pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut sudah mulai berjalan demi kelancaran proyek.
“Konsep penataan ini dibuat secara terintegrasi. Kita ingin menghidupkan kembali pusat ekonomi Tabanan agar lebih rapi, nyaman, dan memiliki daya saing tinggi sebagai destinasi sejarah,” jelas I Gede Partana.
Saat ini, proses pengerjaan fisik di lapangan tengah berjalan bertahap. Proyek bernilai puluhan miliar ini diharapkan mampu mengembalikan marwah Jalan Gajah Mada sebagai jantung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Tabanan yang tampil lebih modern, namun tetap kokoh berakar pada nilai-nilai sejarahnya.
