Ribuan Telur Diolah, Kader Posyandu dan PKK Gianyar Didorong Kembangkan Usaha Rumahan

Ribuan kader Posyandu dan PKK dilatih membuat telur asin MSP di Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (16/4/2026).

GIANYAR, BALINEWS.ID  – Upaya pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga terus didorong Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui pelatihan keterampilan bagi kader. Kali ini, ribuan kader Posyandu dan PKK dilatih membuat telur asin MSP sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan di tingkat keluarga.

Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (16/4/2026), diikuti kader Posyandu dan PKK se-Kabupaten Gianyar, serta melibatkan ASN di lingkungan Pemkab Gianyar. Dalam praktik tersebut, sedikitnya 3.500 butir telur bebek diolah menjadi telur asin MSP.

BACA JUGA :  Dibalik Sukses Upacara Bendera 17 Agustus di Bali Timur, Ada Petugas PLN Siaga

Pelatihan ini tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari pemilihan bahan hingga teknik pengolahan yang tepat untuk menghasilkan telur asin berkualitas dengan cita rasa khas.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, bersama Ketua TP PKK Gianyar, Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, turut memantau jalannya kegiatan. Keduanya juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para peserta sekaligus memberikan motivasi agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ketua TP PKK Gianyar, Dayu Surya, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperluas pemanfaatan resep telur asin MSP sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha sederhana berbasis rumah tangga.

BACA JUGA :  Relawan Kelas Inspirasi Bali Audiensi dengan Wabup Klungkung, Dorong Penguatan Pendidikan Karakter

“Dengan keterampilan ini, kami harapkan para kader dapat mengembangkan usaha rumahan sebagai sumber penghasilan tambahan, sekaligus menyebarluaskan pengetahuan ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kader dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, sekaligus melestarikan inovasi kuliner yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing. (*)

BACA JUGA :  Air Hilang Secara Misterius, Embung Getakan Jebol

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya