Silaturahmi Polisi dan Pedagang Perkuat Kamtibmas Selama Rangkaian IBTK 2026

KARANGASEM, BALINEWS.ID – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama rangkaian IBTK Tahun 2026, Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Bali menggelar kegiatan silaturahmi bersama para pedagang di kawasan suci Pura Agung Besakih.

Kegiatan tersebut dipimpin Panit 2 Subdit II Dit Intelkam Polda Bali, AKP I Ketut Jayana, bersama jajaran anggota. Turut hadir Kepala Bidang Pengelolaan Aset dan Pengembangan Usaha Fasilitas Kawasan Suci Besakih, I Komang Pujawan, serta perwakilan humas dan sekitar 50 pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Gundul! Pengerukan Bukit Gunaksa Masih Berlangsung, Warga Dibuat Resah

AKP Jayana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pendekatan persuasif dan humanis guna memperkuat komunikasi antara aparat keamanan, pengelola kawasan, dan masyarakat.

“Melalui silaturahmi ini, kami ingin membangun komunikasi yang efektif serta mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif selama rangkaian IBTK 2026,” ujarnya.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, para pedagang menyampaikan komitmen untuk mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka juga menyatakan kesiapannya mematuhi kebijakan pengelola kawasan serta turut menjaga kebersihan dan kesucian lingkungan Pura Agung Besakih.

BACA JUGA :  Diduga Langgar Zonasi Pesisir, Pembangunan Villa Asing di Nusa Penida Disetop Sementara

“Kami siap mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola, menjaga kebersihan, serta ikut menjaga kesucian kawasan ini agar tetap nyaman bagi umat yang bersembahyang,” ungkap salah satu perwakilan pedagang.

Selain itu, para pedagang juga sepakat untuk mengantisipasi potensi konflik sosial dan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian. Sinergi tersebut dinilai penting guna menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama berlangsungnya rangkaian kegiatan keagamaan.

Sementara itu, I Komang Pujawan menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga kawasan suci Besakih. “Kawasan ini bukan hanya destinasi, tetapi juga pusat spiritual. Karena itu, semua pihak harus menjaga ketertiban, kebersihan, dan kesuciannya,” tegasnya.

BACA JUGA :  PN Denpasar Tolak Praperadilan Kakanwil BPN Bali Made Daging, Penetapan Tersangka Dinyatakan Sah

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang humanis mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara aparat, pengelola, dan pedagang, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir sejak dini.

Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga citra Pura Agung Besakih sebagai pusat spiritual yang tetap bersih, tertata, dan penuh kekhidmatan selama pelaksanaan IBTK Tahun 2026. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya