Sambut Waisak 2570 BE, Permabudhi Bali Gelar Aksi Sosial dan Salurkan Bantuan Sembako

DENPASAR, BALINEWS.ID – Menjelang perayaan Hari Trisuci Waisak 2570 BE Tahun 2026, Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Bali menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat serta upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yakni penyaluran 50 paket sembako melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Bali.

Bantuan tersebut diterima langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, didampingi Kabag Tata Usaha Syarif Hidayatullah dan Pembimas Buddha Sihar. Sementara dari pihak Permabudhi Bali hadir Ketua Permabudhi Bali, Hery Sudiarto, bersama jajaran pengurus lainnya. Turut hadir mendampingi dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus Permabudhi Bali di antaranya: Ketua Dewan Penasehat Ketut Aryana, Sekretaris Sutedja, Ketua PC Denpasar Nyoman Sri Susilowati, Ketua PC Badung Budi, serta perwakilan Generasi Muda, Jenna Setiana Jimyawati.

BACA JUGA :  Lagi, Suandita Lakukan Pungli Berkedok HUT RI, Kini Dimaafkan Lewat Jalur Restoratif

Dalam kesempatan tersebut, Hery Sudiarto menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan menyambut Waisak tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga aksi sosial dan kepedulian lingkungan.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain karya bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP), aksi Eco-Dharma berupa penuangan cairan eco enzyme secara serentak di sejumlah sungai tercemar, donor darah dengan target 150 kantong darah, hingga bazar makanan vegan.

“Seluruh kegiatan ini merupakan wujud kepedulian umat Buddha terhadap sesama manusia dan lingkungan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan keharmonisan,” ujar Hery.

BACA JUGA :  Alih Fungsi Kawasan Konservasi, I Nyoman Parta Kritik BKSDA Bali

Ia menjelaskan, puncak perayaan Waisak akan digelar melalui kegiatan Sannipata Waisak pada 21 Juni 2026 di Bhumiku, Denpasar. Kegiatan tersebut akan diisi dengan refleksi Dhamma dan doa bersama untuk menjaga kehidupan yang damai dan harmonis di tengah keberagaman.

Menurutnya, tema nasional Waisak tahun ini yang ditetapkan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI yakni “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” menjadi semangat umat Buddha untuk terus menebarkan pesan perdamaian tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.

“Kami ingin terus membangun kehidupan yang harmonis, menghargai sesama, serta menjaga alam dan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Bali, I Gusti Made Sunartha, memberikan apresiasi atas konsistensi Permabudhi Bali dalam menjalankan aksi sosial dan menjaga kerukunan umat beragama di Bali.

BACA JUGA :  Pemkab Bangli Rancang Pungutan Tiket Malam Hari di Objek Wisata Panelokan

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Permabudhi sejalan dengan tugas Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.

“Aksi nyata seperti ini sangat positif dan patut menjadi contoh bagi elemen masyarakat lainnya dalam membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” tegasnya.

Hery Sudiarto juga mengungkapkan bahwa Permabudhi Bali menjadi rumah bersama bagi berbagai majelis, vihara, dan tempat ibadah lintas sekte Buddha yang ada di Bali. Saat ini Permabudhi telah hadir di 37 provinsi di Indonesia dan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama serta berbagai pihak dalam pelayanan kepada umat Buddha. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya