Saring Wisatawan ke Bali, Pemerintah Bakal Cek Rekening Tabungan Turis Asing

Saring Wisatawan, Pemerintah Bakal Cek Rekening Tabungan Turis Asing Mulai Tahun Ini (sumber: Pexels/haitaasti)

DENPASAR, BALINEWS.ID – Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan kebijakan baru bagi wisatawan mancanegara yang akan diterapkan pada 2026. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pemeriksaan kondisi keuangan turis asing yang berlibur ke Bali. Mulai tahun ini, wisatawan mancanegara disebut akan diminta menunjukkan riwayat tabungan mereka.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya mewujudkan pariwisata yang lebih berkualitas. Menurutnya, salah satu indikator yang akan diperhatikan adalah jumlah dana yang dimiliki wisatawan dalam tiga bulan terakhir. Ia menyampaikan hal itu saat kunjungan Menteri Pariwisata di Gianyar, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/1/26).

BACA JUGA :  Dukung Pansus TRAP, Gede Harja: Penyegelan Pabrik Beton Bukti DPRD Bali Berani Tegakkan Aturan

Selain aspek keuangan, Pemprov Bali juga berencana melakukan pemeriksaan terhadap rencana lama tinggal wisatawan serta aktivitas yang akan mereka lakukan selama berada di Bali. Langkah ini dimaksudkan agar seluruh kunjungan dapat terdata dan terkontrol dengan baik. Koster menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejatinya serupa dengan aturan yang diterapkan di banyak negara lain terhadap wisatawan asing.

“Ini supaya terkontrol semua, seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain, dengan kebijakan negara lain seperti itu kita akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

BACA JUGA :  Remaja Meninggal Usai Terseret Arus Laut di Pantai Tangguwisia

Dalam kesempatan yang sama, Koster memaparkan data kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 di hadapan Menteri Pariwisata. Ia menyebutkan jumlah kunjungan mencapai 7,05 juta orang melalui jalur udara dan sekitar 71 ribu orang melalui jalur laut. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah pariwisata Bali dan menunjukkan pemulihan yang signifikan sejak pandemi COVID-19 mereda.

Namun, tingginya angka kunjungan tersebut juga menimbulkan sejumlah persoalan. Koster mengakui bahwa selama ini berbagai upaya dilakukan agar wisatawan datang ke Bali, hingga akhirnya muncul dampak negatif yang perlu ditangani secara serius. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan membutuhkan kesabaran serta konsistensi.

BACA JUGA :  Bupati Satria Tegaskan Kontraktor Tak Boleh Jadikan Cuaca Sebagai Alasan Molornya Proyek

Pemprov Bali pun menyadari adanya berbagai keluhan, mulai dari persoalan sampah hingga kemacetan. Karena itu, pada tahun ini pemerintah daerah ingin mulai memastikan arah pembangunan pariwisata yang tidak lagi berfokus pada jumlah semata. Ke depan, Bali akan diarahkan menuju pariwisata berkualitas melalui penataan dan pengelolaan yang diatur dalam peraturan daerah khusus kepariwisataan. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

DENPASAR, BALINEWS.ID – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di simpang empat Jalan Surapati–Jalan Kepundung, Denpasar, Rabu pagi (14/1/2026)....
DENPASAR, BALINEWS.ID – Sosok seorang wanita pengedar narkoba mendadak mencuri perhatian publik saat digiring petugas di Mapolresta Denpasar....
KARANGASEM, BALINEWS.ID - Seorang pendaki remaja berinisial I Ketut YKA (18) mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung, Karangasem,...
OLAHRAGA, BALINEWS.ID - John Herdman, secara resmi menjadi pelatih tim nasional sepak bola Indonesia usai dirinya diperkenalkan oleh...