Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 Perkuat Harmoni Budaya Jawa–Bali Lewat Perjalanan Lintas Peradaban

GIANYAR, BALINEWS.ID – Yayasan Puri Kauhan Ubud kembali menyelenggarakan Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026, sebuah perjalanan budaya lintas Jawa dan Bali yang menghadirkan pementasan Tari Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi dan Wayang Wong Tantri di lima situs budaya dan spiritual bersejarah di Pulau Jawa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kebudayaan Jawa–Bali melalui Pasabhan Kabudayaan Jawa–Bali, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai luhur ajaran para leluhur melalui media seni dan budaya.

Rangkaian perjalanan budaya akan dimulai pada 13 Juli 2026 di Pura Agung Blambangan, Banyuwangi. Selanjutnya, rombongan akan menggelar pementasan pada 14 Juli di Wihara Padepokan Dhammadipa Arama, Batu, Malang, 15 Julidi Candi Tegowangi, Kediri, 17 Juli di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran, Surakarta, dan ditutup pada 18 Juli di Utama Mandala Candi Prambanan, Yogyakarta.

BACA JUGA :  Cegah Abrasi di Nusa Penida, Tanggul Pantai Sental Mulai Diperbaiki

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, mengatakan Sastra Saraswati Sewana Yatra merupakan ikhtiar kebudayaan untuk merawat ingatan kolektif bangsa sekaligus mempererat hubungan antardaerah melalui warisan budaya Nusantara.

“Pasabhan Kabudayaan Jawa–Bali merupakan ruang perjumpaan antarnilai, antarsejarah, dan antarsaudara sebangsa. Melalui seni, kita tidak hanya merawat warisan budaya, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai moral yang diwariskan para leluhur sebagai fondasi membangun Indonesia yang beradab, rukun, dan berkepribadian.”

Menurut Ari Dwipayana, pemilihan lima lokasi tersebut memiliki makna simbolik yang kuat. Masing-masing merupakan simpul penting perjalanan sejarah, spiritualitas, dan kebudayaan Nusantara yang memperlihatkan bagaimana peradaban dibangun melalui dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

BACA JUGA :  Empat Tersangka Sudah Ditetapkan, Kini Giliran Nadiem Dijerat Kejagung

Sastra Saraswati Sewana Yatra bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi perjalanan kebudayaan yang membawa pesan persatuan, harmoni, dan kebijaksanaan Nusantara. Tari Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi merepresentasikan visi besar para leluhur dan raja-raja Nusantara dalam membangun persatuan serta menjaga keluhuran peradaban.

Sementara itu, Wayang Wong Tantri mengangkat ajaran moral yang bersumber dari kisah-kisah Tantri mengenai kepemimpinan, kejujuran, kebijaksanaan, toleransi, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Penyelenggaraan Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 terlaksana berkat dukungan penuh dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Yayasan Dhammadipa Arama, Pura Mangkunegaran, serta Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan. Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya Nusantara sebagai sumber inspirasi bagi kehidupan berbangsa.

BACA JUGA :  2 WNA yang Rampok Uang Money Changer Ternyata Pernah Beraksi Serupa di Canggu

Melalui Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026, Yayasan Puri Kauhan Ubud berharap seni budaya tidak hanya menjadi media pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, penguatan identitas kebangsaan, serta jembatan yang mempererat hubungan kebudayaan Jawa dan Bali.

Di tengah dinamika zaman, nilai-nilai luhur para leluhur diharapkan tetap menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan Indonesia yang berakar kuat pada budaya dan menjulang tinggi dalam peradaban dunia. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya