DENPASAR, BALINEWS.ID – Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Provinsi Bali jalur domisili yang diumumkan pada Kamis (9/7/2026) memperlihatkan potret disparitas atau ketimpangan minat yang cukup tajam antarsekolah. Saat sejumlah SMA negeri di kawasan perkotaan mencatat keterisian kuota hingga 100 persen, beberapa sekolah di wilayah pinggiran justru bernasib tragis karena minim hingga tidak mendapatkan murid baru sama sekali.
Berdasarkan data rekapitulasi jalur domisili dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, dari total daya tampung sebesar 8.218 kursi yang disediakan, sebanyak 93,06 persen dinyatakan telah lolos seleksi. Kondisi ini menyisakan 613 kursi yang hingga kini belum terisi di seluruh Bali.
Sekolah Perkotaan Jadi Rebutan
Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah-sekolah di pusat kota masih menjadi magnet utama bagi calon siswa, sehingga kuotanya langsung ludes terisi 100 persen pada jalur ini. Beberapa di antaranya meliputi:
SMAN 1 Denpasar: Terisi 100% (190 kursi)
SMAN 5 Denpasar: Terisi 100% (196 kursi)
SMAN 7 Denpasar: Terisi 100% (189 kursi)
SMAN 4 Denpasar: Terisi 100% (182 kursi)
SMAN 1 Singaraja: Terisi 100% (158 kursi)
SMAN 1 Negara: Terisi 100% (130 kursi)
Sementara itu, beberapa sekolah penyangga kota juga mencatatkan persentase keterisian yang cukup tinggi, seperti SMAN 4 Singaraja (92,98% dari 171 kursi), SMAN 8 Denpasar (90,96% dari 177 kursi), dan SMAN 2 Abiansemal (89,43% dari 227 kursi).
SMAN 1 Marga dan Satap Klumpu Nol Pendaftar
Pemandangan kontras justru terjadi di sejumlah wilayah kecamatan dan kepulauan. SMAN 1 Marga di Kabupaten Tabanan mencatatkan raport merah setelah terisi 0 kursi alias tidak mendapatkan satu pun murid dari total daya tampung jumbo sebanyak 426 kursi. Kondisi serupa juga dialami oleh SMAN Satu Atap (Satap) Klumpu di Nusa Penida yang mencatat 0 keterisian dari 46 kursi yang disediakan.
Fenomena sepinya peminat ini juga membayangi beberapa sekolah berikut:
SMAN Satap Nusa Penida: Hanya terisi 3 kursi dari 164 kursi
SMAN 2 Gerokgak: Hanya terisi 5 kursi dari 187 kursi
SMAN 3 Mengwi: Hanya terisi 11 kursi dari 186 kursi
SMAN 1 Kerambitan: Hanya terisi 16 kursi dari 401 kursi
SMAN 1 Sukasada: Hanya terisi 29 kursi dari 380 kursi
Evaluasi Sebaran Minat Masyarakat
Merespons ketimpangan data tersebut, Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Provinsi Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., memberikan penjelasannya pada Jumat (10/7/2026). Ia membenarkan adanya pemusatan animo masyarakat pada sekolah-sekolah tertentu.
“Data ini dengan jelas menunjukkan bahwa sebaran minat masyarakat dalam memilih sekolah masih terkonsentrasi pada sekolah-sekolah tertentu di kawasan perkotaan. Di sisi lain, sejumlah sekolah di wilayah pinggiran atau daerah tertentu akhirnya masih menyisakan daya tampung yang cukup besar,” ujar Komang Agus Kariasa.
Pihak Disdikpora Bali menegaskan bahwa kondisi sisa kuota yang melimpah ini akan menjadi catatan penting serta bahan evaluasi mendalam untuk penyempurnaan sistem dan regulasi SPMB pada periode berikutnya agar sebaran siswa di Bali dapat lebih merata.
