SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Sebanyak 560 peserta dari berbagai daerah mengikuti Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Klungkung “Mahottama” Cup 2026 yang digelar di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Klungkung I Made Satria.
Kompetisi memperlombakan sejumlah kelas favorit, di antaranya Murai Batu, Anis Merah, Cucak Ijo, Kenari, dan Pleci. Jalannya perlombaan dinilai oleh tim juri dari Giras Team.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria mengapresiasi terselenggaranya ajang tersebut. Menurutnya, lomba burung berkicau tidak hanya menjadi wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan minatnya, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi antarkomunitas sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan sportif.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kebersamaan antarkicaumania serta tumbuh kesadaran untuk terus menjaga sportivitas dalam setiap perlombaan,” ujarnya.
Ketua Panitia Komang Agus Darma Suyasa mengatakan Mahottama Cup 2026 diselenggarakan sebagai sarana mempererat persaudaraan antarkicaumania sekaligus mendukung pelestarian burung hasil penangkaran. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui meningkatnya aktivitas usaha di sekitar lokasi perlombaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung, khususnya Bupati I Made Satria, atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para sponsor, mitra kerja, dewan juri Giras Team, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga acara dapat berlangsung dengan baik.
Panitia berharap para peserta yang datang dari berbagai daerah dapat menjadikan ajang tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan semangat kekeluargaan selama perlombaan berlangsung.
Mahottama Cup 2026 berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan yang mampu memperkuat komunitas kicaumania sekaligus mendorong pelestarian burung hasil penangkaran di Indonesia. (*)
