DENPASAR, BALINEWS.ID – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen hingga mencapai 30 persen, di mana putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 128 tahun 2026 membawa angin segar, sekaligus harapan baru bagi perempuan Indonesia untuk lebih berani terjun kendunia politik.
Menurutnya, jumlah perempuan di DPR RI saat ini masih jauh dari ideal untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi kaum perempuan di Indonesia.
Ditemui di Rumah Aspirasi, Jalan Pidada, Ubung, Denpasar, Kamis (28/5/2026), Tutik menyebut saat ini jumlah anggota DPR RI perempuan baru mencapai 127 orang dari total 580 anggota parlemen. Ia menilai perjuangan untuk memperbesar keterwakilan perempuan masih sangat berat.
“Saya menginginkan 30 persen keterwakilan perempuan di DPR RI bisa tercapai. Artinya sekitar 174 perempuan bisa duduk di parlemen,” ujarnya.
Ia menegaskan perempuan memiliki peran penting dalam memahami dan mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi kaum perempuan, mulai dari persoalan sosial hingga tekanan ekonomi dan finansial.
Menurutnya, partai politik perlu memberikan ruang lebih besar kepada perempuan berkualitas dan cerdas untuk maju ke dunia politik, baik di legislatif maupun eksekutif. Selain itu, dukungan nyata seperti bantuan finansial dan penempatan nomor urut strategis dinilai penting agar perempuan memiliki peluang lebih besar terpilih sebagai anggota legislatif.
“Berikan perempuan posisi nomor urut yang strategis agar semakin banyak perempuan tertarik masuk ke dunia politik,” katanya.
Tutik juga mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk memilih calon legislatif perempuan agar aspirasi kaum perempuan dapat lebih diperjuangkan di lembaga politik.
Ia menambahkan, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk perempuan di Indonesia telah mencapai sekitar 49,5 persen dan hampir seimbang dengan laki-laki. Karena itu, menurutnya, keterwakilan perempuan dalam pengambilan kebijakan publik harus semakin diperkuat.
Sebagai kader Partai Demokrat, Tutik mengatakan partainya terus melakukan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan untuk mendorong perempuan berani terjun ke dunia politik. Ia berharap semakin banyak perempuan Bali maupun Indonesia yang memiliki kualitas dan kapasitas ikut maju sebagai calon legislatif pada pemilu mendatang.

