WNA Bantu Korban Hanyut di Pantai Masceti, Sempat Berikan Resusitasi Jantung Paru

WNA bantu korban hanyut dengan resusitasi jantung dan paru di tepi pantai.
WNA bantu korban hanyut dengan resusitasi jantung dan paru di tepi pantai.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Korban inisial Ni Nyoman M (48), warga Banjar Palak, Desa Sukawati, yang hanyut di Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (24/6/2026).

Korban ditemukan mengambang di perairan Pantai Pura Keramas, sekitar 1,5 kilometer ke arah barat dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Korban ditemukan pertama kali oleh warga negara asing (WNA) yang sedang berselancar. WNA itu melihat tubuh mengambang di tengah laut.

Melihat temuan tersebut, para peselancar segera mendekati korban dan menghubungi petugas yang saat itu masih melakukan pencarian. Mereka juga membantu mempertahankan posisi korban dengan menggunakan papan selancar hingga tim SAR gabungan tiba di lokasi.

BACA JUGA :  Pendaki Brazil Tewas Jatuh di Rinjani, Kemenpar Ingatkan SOP Pendakian

Setelah korban berhasil dibawa ke tepian pantai, seorang WNA perempuan sempat memberikan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sebagai upaya penyelamatan darurat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Polair Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan korban diduga terseret arus sekitar pukul 10.40 WITA sebelum akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA di wilayah perairan Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh.

“Setelah kami melaksanakan pencarian bersama tim gabungan, korban yang diperkirakan terbawa arus sejak pagi akhirnya ditemukan di seputaran Pantai Masceti bagian barat. Korban ditemukan oleh warga negara asing yang kebetulan sedang melakukan aktivitas surfing di lokasi tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA :  Simak Jadwal Lengkap Pesta Kesenian Bali ke-47 2025

Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke darat dan selanjutnya dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun Balinews.id, korban datang ke Pantai Masceti bersama suaminya, I Made Sudiasta, untuk menjalani terapi pasir yang rutin dilakukan guna membantu meringankan penyakit yang dideritanya.

Menurut keterangan suami korban, mereka tiba di pantai sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu korban sedang mengubur kedua kakinya di pasir, sementara dirinya pergi membeli segelas teh di warung yang berada tidak jauh dari lokasi.

BACA JUGA :  Selamat! Bali Dinobatkan Sebagai Lokasi Wisata Teromantis 2025 Versi World Travel Awards

Namun hanya dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit, saat kembali ke lokasi, korban sudah tidak terlihat. Sudiasta kemudian mencari di sekitar pantai dan sempat melihat sosok yang diduga istrinya terombang-ambing di tengah ombak sebelum akhirnya hilang dari pandangan.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya