DENPASAR, BALINEWS.ID — Terletak di posisi yang sangat strategis di Denpasar Selatan, Desa Wisata Serangan kian mempertegas posisinya sebagai destinasi bahari, sejarah, dan budaya yang memikat. Diapit oleh pusat-pusat pariwisata utama—Tanjung Benoa dan Nusa Dua di sisi selatan, Sanur di timur laut, serta Pelabuhan Benoa di bagian barat—pulau ini menyimpan potensi luar biasa yang siap menjadikannya sebagai idola baru pariwisata Bali di masa depan.
Ditetapkan secara resmi sebagai desa wisata melalui Keputusan Walikota Denpasar Nomor 188.45/472/HK/2015, Serangan memiliki topografi unik dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 8 kilometer. Dikarenakan hampir 60 persen wilayahnya merupakan kawasan pesisir yang dikelilingi laut dan hutan bakau, pulau ini dianugerahi sumber daya alam produktif, mulai dari ekosistem terumbu karang, padang lamun (seagrass), hingga kawasan mangrove yang asri.
Mendorong Wisata Berbasis Konservasi dan Budaya
Kehadiran Desa Wisata Serangan menjadi perwujudan nyata kebijakan Pemerintah Kota Denpasar dalam memadukan konservasi lingkungan, pelestarian nilai budaya-sejarah, sarana pendidikan, dan pariwisata atraktif.
Dari sisi spiritual dan sejarah, Pulau Serangan menyimpan warisan (legacy) bersejarah yang menjadi simbol toleransi dan tradisi, seperti Pura Sakenan dan Masjid Asy-Syuhada. Area di sekitar dua tempat suci bersejarah ini kini dikembangkan sebagai pusat kegiatan wisata budaya serta sejarah lokal.
Sementara dari konteks ekologi dan wisata bahari, wisatawan yang berkunjung dapat berpartisipasi langsung dalam berbagai kegiatan pelestarian alam, antara lain:
Pelepasan tukik dan penyu hijau
Adopsi terumbu karang (Terumbu Karang Asuh)
Penanaman bibit pohon bakau (mangrove)
Program Susur Wisata Hijau dan Bahari Serangan
Ruang Edukasi, Petualangan, dan Kuliner Khas Bahari
Tidak hanya menyajikan keindahan alam, Serangan juga menawarkan beragam fasilitas edukasi dan rekreasi luar ruang (out-door recreation). Pengunjung dapat mempelajari kebudayaan tradisional maupun modern khas Serangan, serta mengenal pusat studi teknologi bahari tradisional seperti pembuatan perahu tradisional Jukung beserta teknik perikanan lokalnya.
Bagi pencinta petualangan dan rekreasi alam, kawasan ini menyediakan area ideal untuk bersepeda, trekking, memancing, hingga fotografi pesisir.
Perjalanan ke Desa Wisata Serangan tak akan lengkap tanpa mencicipi sajian kulinernya yang legendaris. Desa ini terkenal dengan beragam hidangan laut (seafood) yang memanfaatkan hasil bumi lokal, seperti:
Ikan Bakar Bumbu Khas Serangan yang kaya akan rempah
Rujak Bulung (olahan rumput laut segar berkuah pindang)
Kerupuk Klejat (olahan olahan kerang/siput laut khas Serangan)
Dengan harmonisasi antara ekosistem pesisir, keanekaragaman budaya, dan ragam rekreasi yang ditawarkan, Desa Wisata Serangan terus berbenah untuk memberikan pengalaman berwisata yang berkelanjutan, edukatif, dan berkesan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
