JAKARTA, BALINEWS.ID – Posisi total utang pemerintah Indonesia per 30 Juni 2026 tercatat menembus angka Rp10.293,69 triliun. Jika dikalkulasikan dengan jumlah populasi nasional saat ini, setiap penduduk Indonesia secara matematis diestimasikan menanggung beban utang sekitar Rp35,4 juta per jiwa.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri per 30 Juni 2026, jumlah penduduk Indonesia pada Semester I-2026 mencapai 290.125.073 jiwa. Angka ini menunjukkan penambahan sekitar 1,8 juta jiwa dibandingkan Semester II-2025. Dari total tersebut, penduduk laki-laki tercatat sebanyak 146.402.289 jiwa (50,48%), sedangkan perempuan sebanyak 143.722.784 jiwa (49,54%).
Hasil pembagian antara total utang Rp10.293,69 triliun dengan jumlah populasi 290.125.073 jiwa menghasilkan angka Rp35.480.180,65 (sekitar Rp35,48 juta) per orang.
Secara ilustratif, apabila sebuah keluarga terdiri dari empat anggota (ayah, ibu, dan dua anak), maka total beban utang yang ditanggung oleh keluarga tersebut secara akumulatif mencapai Rp141,6 juta.
Pemerintah Sebut Rasio Utang Masih Aman
Menanggapi lonjakan angka tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa posisi utang per pertengahan tahun ini belum mencerminkan kondisi akhir tahun anggaran 2026.
“Kan belum berakhir tahunnya, nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa, harusnya sih akan bisa turun lagi sedikit,” ujar Purbaya usai sidang Debottlenecking di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (12/8).
Secara rinci, komposisi utang pemerintah tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.966,79 triliun dan pinjaman sebesar Rp1.326,9 triliun.
Meski angka total telah melampaui Rp10.000 triliun, Menkeu menilai posisi keuangan negara masih relatif aman dan terkendali. Hal ini lantaran rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada jauh di bawah batas maksimal 60 persen sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Kalau kita lihat kan, masih di bawah 60 persen jauh. Jadi kalau kita melihat sustainability utang atau fiskal, posisinya relatif aman,” tegasnya.
