TABANAN, BALINEWS.ID — Penantian hampir 60 tahun masyarakat Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, untuk memiliki akses jalan vital akhirnya mulai terwujud. Akses sepanjang sekitar 1,26 hingga 1,6 kilometer dengan lebar lima meter kini mulai dibuka untuk menghubungkan Banjar Dinas maupun Banjar Adat Munduk Dawa dengan Banjar Adat Puring. Sabtu, 12/9/2026.
Pembukaan akses jalan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan dukungan kader Partai Demokrat Bali. Jalan ini diharapkan menjadi jalur penting bagi mobilitas warga sekaligus memperlancar akses menuju fasilitas umum dan distribusi hasil pertanian.
Ketua Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan pembukaan jalan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat yang selama puluhan tahun menantikan akses penghubung antarkawasan.

“Hampir 60 tahun masyarakat di sini mengidam-idamkan agar jalan ini ada. Baru hari ini bisa terselenggara,” kata Mudarta.
Menurut Mudarta, pembukaan jalan dapat dilakukan setelah para pemilik lahan bersedia memberikan sebagian tanah mereka untuk kepentingan akses masyarakat. Demokrat Bali kemudian memberikan dukungan melalui semangat gotong royong dan iuran kader.
“Ini murni kita gotong royong. Kader-kader Demokrat seluruh Bali ikut iuran,” ujarnya.
Saat ini pembukaan badan jalan telah dimulai menggunakan alat berat. Tahapan selanjutnya mencakup penimbunan limestone dan pemadatan badan jalan. Mudarta menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sekitar satu bulan.

Ia menilai keberadaan jalan tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama petani yang selama ini menghadapi keterbatasan akses untuk mengangkut hasil produksi.
“Jalur logistik untuk mengangkut hasil panen, baik salak, cokelat, kelapa maupun pisang, akan lebih mudah. Biaya yang ditimbulkan akan lebih murah sehingga penghasilan masyarakat bisa lebih tinggi,” katanya.
Selain sektor pertanian, jalan tersebut akan mempermudah masyarakat mengakses sekolah, puskesmas, rumah sakit hingga posyandu.
Untuk tahap akhir pembangunan, Mudarta mengatakan pihaknya masih akan membahas bersama masyarakat apakah badan jalan akan diaspal atau dicor. Demokrat Bali menyatakan siap memberikan pendampingan hingga akses tersebut dapat digunakan secara optimal.
“Kami bantu, kawal, berikan pendampingan agar jalan ini sampai selesai. Demokrat kerjanya tidak setengah hati, kerja total,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sangketan I Nyoman Sugiarta mengapresiasi warga yang bersedia menyerahkan sebagian lahannya untuk kepentingan pembangunan jalan.
Menurutnya, kesediaan masyarakat tersebut menjadi faktor penting dalam membuka akses yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.
“Yang memiliki lahan dengan tulus ikhlas membebaskan lahannya dijadikan akses jalan yang tentunya sangat bermanfaat untuk kita semua, untuk generasi kita ke depan,” kata Sugiarta.
Ia menyebut kebutuhan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas masyarakat Desa Sangketan. Sejumlah usulan pembangunan dan perbaikan jalan juga telah disampaikan melalui Musrenbang dan mekanisme perencanaan pemerintah daerah.
Sugiarta berharap perhatian terhadap infrastruktur tidak berhenti pada ruas jalan yang kini mulai dibuka. Sejumlah akses lain, termasuk ruas yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, masih membutuhkan penanganan.

“Prioritas sekali lagi adalah akses infrastruktur untuk kebutuhan kami di sini,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembukaan jalan tersebut, masyarakat kini memiliki harapan baru setelah hampir enam dekade menunggu akses penghubung yang layak. Demokrat Bali menyatakan akan mengawal proses pembangunan hingga jalan tersebut selesai dan dapat dimanfaatkan warga.
