LOMBOK, BALINEWS.ID — Tim SAR Gabungan masih melakukan operasi pencarian dan evakuasi setelah sebuah kapal penumpang terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA.
Hingga laporan ini diterbitkan, sebanyak 173 orang telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia.
Operasi SAR masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dan kru kapal telah ditemukan. Tim gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya korban yang belum dievakuasi.
Sejumlah alat utama dan sarana pendukung dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, serta kapal yacht No Comment dan Still Here.
Tim juga mengerahkan Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi di laut.
Operasi melibatkan personel dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, awak KMP PortLink II dan KMP Parama Kalyani, awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat serta sejumlah instansi terkait.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan seluruh unsur SAR masih berada dalam kondisi siaga penuh. Prioritas utama tim adalah memastikan keselamatan penumpang dan kru, sekaligus memberikan penanganan medis kepada para korban yang telah dievakuasi.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi,” kata Hariyadi dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian, evakuasi dan penanganan darurat.
Data jumlah korban, kata Hariyadi, masih bersifat sementara dan akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan operasi SAR di lapangan.
Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung.
