BADUNG, BALINEWS.ID – Angin kencang mulai melanda sejumlah wilayah Bali. Berdasarkan hasil pengamatan Automatic Weather Station (AWS) Kintamani, Sabtu, 12 September 2026, kecepatan angin tercatat mencapai 27 knot atau sekitar 14 meter per detik pada pukul 06.20 WITA.
Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Desak Made Pera Rosita Dewi, mengatakan peningkatan kecepatan angin tersebut dipengaruhi oleh menguatnya angin pada lapisan atas atmosfer, terutama di sekitar ketinggian 1.500 meter.
“Kondisi tersebut umumnya lebih terasa di wilayah dataran tinggi, seperti Kintamani,” ujar Desak Made Pera Rosita Dewi, Sabtu (12/9/2026) di Badung.
Berdasarkan pemodelan cuaca terbaru, peningkatan kecepatan angin masih berpotensi terjadi hingga Minggu (13/9/2026). Kondisi serupa juga berpotensi dirasakan di sejumlah wilayah dataran tinggi Bali lainnya.
Tak hanya kawasan pegunungan, potensi angin kencang juga masih dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Bali, khususnya pesisir utara, timur, dan selatan.
BMKG menjelaskan, Bali saat ini masih berada dalam periode musim kemarau dan belum memasuki musim peralihan. Menguatnya angin pada periode ini dapat terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan.
Kondisi angin kencang tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko pohon tumbang maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat, terutama di luar ruangan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta menghindari berteduh atau beristirahat di bawah pohon besar yang berpotensi tumbang saat angin menguat.
Selain itu, masyarakat diimbau juga agar terus memantau perkembangan informasi resmi terkait cuaca, iklim, dan kegempaan melalui kanal resmi BMKG.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan,” tegasnya.(*)
