JAKARTA, BALINEWS.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong lulusan Universitas PTIQ Jakarta menjadi inovator dan pemecah masalah yang mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kebijakan dan pembangunan ekonomi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Rabu (23/9).
Menurut Airlangga, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan manfaatnya dirasakan secara luas dan berkeadilan. Ia menekankan prinsip keadilan (‘adl) dan keseimbangan (mizan) sebagai nilai fundamental dalam tata kelola perekonomian.
“Al-Qur’an sebagai pedoman hidup telah memberikan asas-asas fundamental dalam tata kelola perekonomian yaitu Prinsip Keadilan (‘Adl) dan Keseimbangan (Mizan),” ujar Airlangga.
Ia mengatakan, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan kondisi sosial ekonomi Indonesia. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 8,07 persen, rasio Gini 0,368, dan tingkat pengangguran terbuka 4,65 persen.
Dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 926 ribu orang. Pemerintah menyatakan perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.
Untuk memperluas manfaat pertumbuhan, pemerintah menyiapkan 28 program perlindungan sosial yang mencakup berbagai tahapan kehidupan masyarakat. Program tersebut antara lain Program Indonesia Pintar untuk 22 juta siswa, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis dengan target 74 juta penerima, Cek Kesehatan Gratis, Program Keluarga Harapan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat, serta pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi 96,8 juta masyarakat.
Pemerintah juga terus memperluas akses keuangan. Indeks inklusi keuangan tercatat 93,61 persen dan literasi keuangan 69,57 persen. Namun, inklusi keuangan syariah masih berada di level 13,14 persen.
Airlangga mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperkuat pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Pemerintah juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening masyarakat melalui BRI dan Bank Syariah Indonesia.
Di sektor ekonomi syariah, aset keuangan syariah Indonesia disebut telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Indonesia juga menempati peringkat pertama dunia dalam kategori Muslim Modest Fashion.
Sementara di industri halal, pemerintah telah menerbitkan 4,4 juta sertifikat halal bagi 3,4 juta pelaku usaha yang mencakup 14,68 juta produk. Indonesia juga telah memiliki mutual recognition arrangement untuk produk halal dengan 39 negara.
Di hadapan para wisudawan, Airlangga menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, lulusan diminta menjadi problem solver dan inovator serta membawa nilai-nilai Qur’ani ke ruang kebijakan. Kedua, mereka diminta menguasai teknologi dan literasi digital, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ketiga, Airlangga mendorong lulusan memanfaatkan berbagai program pemerintah, seperti MagangHub, pelatihan GIG Economy dan Digital Talent Scholarship, pembiayaan bersubsidi untuk wirausaha termasuk KUR syariah, serta LPDP untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya ingin menitipkan tiga pesan utama kepada para wisudawan S1, S2, dan S3 PTIQ Jakarta. Pertama, jadilah problem solver dan inovator, bawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam ruang-ruang kebijakan,” kata Airlangga.
Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Agama sekaligus Rektor Universitas PTIQ Jakarta Nasaruddin Umar, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, jajaran pimpinan Universitas PTIQ Jakarta, para guru besar, perwakilan kementerian/lembaga, serta para wisudawan dan orang tua atau wali.
