Aktivitas Tunggang Gajah di Mason Elephant Park Resmi Dihentikan

Aktivitas Tunggang Gajah di Mason Elephant Park Resmi Dihentikan (sumber: BKSDA Bali)

GIANYAR, BALINEWS.ID – Mason Elephant Park resmi menghentikan seluruh aktivitas atraksi gajah tunggang mulai 25 Januari 2026.

Penghentian tersebut dilakukan setelah pengelola menerima Surat Peringatan Kedua (SP II) dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, terkait penegakan larangan peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 6 Tahun 2025 yang telah diberlakukan sejak 18 Desember 2025. Melalui aturan tersebut, Kementerian Kehutanan secara tegas melarang praktik gajah tunggang sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan satwa dan pengelolaan konservasi yang lebih beretika.

BACA JUGA :  Mohon Restu Pembangunan Bali 100 Tahun, Ketua DPRD Klungkung Hadiri Persembahyangan di Pura Kentel Gumi

Sebelumnya, Direktorat Jenderal KSDAE mencatat bahwa hampir seluruh lembaga konservasi di Indonesia telah menghentikan atraksi serupa setelah surat edaran diberlakukan. Namun, praktik gajah tunggang masih ditemukan di Mason Elephant Park.

Atas temuan tersebut, Kementerian Kehutanan menerbitkan Surat Peringatan Pertama (SP I) pada 13 Januari 2026, disertai pemantauan langsung di lapangan.
Karena aktivitas tersebut masih ditemukan, KSDAE kembali mengeluarkan Surat Peringatan Kedua (SP II) pada 21 Januari 2026.

Pihak pengelola kemudian menyampaikan pernyataan tertulis yang menyatakan kesiapan untuk patuh dan menghentikan seluruh atraksi gajah tunggang.

BACA JUGA :  PSI Bali Gelar Rakorwil, Konsolidasi Pengurus Baru Jadi Fokus

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, mengapresiasi langkah yang diambil Mason Elephant Park sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi satwa.

“Kami mengapresiasi langkah Mason Elephant Park yang telah menghentikan atraksi gajah tunggang mulai 25 Januari 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi dan kesejahteraan satwa,” ujar Ratna Hendratmoko.

Meski demikian, Balai KSDA Bali bersama Dirjen KSDAE menegaskan pengawasan akan terus dilakukan. Apabila pelanggaran kembali ditemukan, sanksi lanjutan berupa Surat Peringatan Ketiga (SP III) hingga pencabutan izin dapat diberlakukan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan melaporkan jika masih menemukan praktik gajah tunggang di lembaga konservasi. (*)

BACA JUGA :  Tersulut Emosi, Muhamad Iqbal Nekat Tusuk Sesama Pedagang di Pasar Sampalan

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria menggandeng Komunitas Sosial Peduli Yatim Piatu...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, membuka secara resmi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Indonesia...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Setiap pertengahan Februari, etalase toko, linimasa media sosial, hingga dekorasi kafe berubah jadi lautan merah...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Perayaan Hari Valentine setiap 14 Februari identik dengan bunga, cokelat, dan nuansa merah muda yang...