ASITA Bali dan Lâm Đồng Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Dorong Paket Wisata Bersama Indonesia–Vietnam

ASITA Bali perkuat kerja sama pengembangan pariwisata dengan Provinsi Lâm Đồng, Vietnam.
ASITA Bali perkuat kerja sama pengembangan pariwisata dengan Provinsi Lâm Đồng, Vietnam

Vietnam, BALINEWS.ID – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali dan Pemerintah Provinsi Lâm Đồng, Vietnam, sepakat memperkuat kerja sama sektor pariwisata melalui pengembangan paket wisata bersama, promosi terpadu, hingga peningkatan konektivitas antara Indonesia dan Vietnam.

Komitmen tersebut mengemuka dalam forum promosi pariwisata dan business matching yang mempertemukan pelaku industri pariwisata kedua negara di Lâm Đồng.

Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata di kawasan Asia Tenggara.

“Kerja sama jauh lebih bernilai dibandingkan persaingan. Daripada bertanya berapa banyak wisatawan yang bisa kita tarik sendiri, lebih baik kita mencari cara untuk tumbuh bersama dengan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih menarik bagi wisatawan internasional,” ujar Winastra dalam sambutannya.

Menurutnya, Bali dan Lâm Đồng memiliki karakteristik destinasi yang saling melengkapi, bukan saling bersaing. Lâm Đồng menawarkan panorama dataran tinggi, udara sejuk, perkebunan kopi, wisata petualangan, serta kekayaan budaya lokal.

BACA JUGA :  DPR Akan Selesaikan RUU TNI Hari Ini Untuk Dibawa ke Rapat Paripurna

Sementara Bali telah dikenal dunia melalui warisan budaya, keramahan masyarakat, wisata kebugaran (wellness), resor mewah, wisata bahari, hingga industri kreatif.

“Karena itu, kami melihat peluang besar untuk menghadirkan paket perjalanan lintas negara yang menggabungkan pesona Bali dengan keindahan Da Lat dan Lâm Đồng,” katanya.

Sebagai organisasi yang menaungi ratusan biro perjalanan wisata di Bali, ASITA juga mendorong sejumlah bentuk kerja sama konkret, mulai dari mempererat jaringan business to business (B2B) antara pelaku usaha pariwisata kedua daerah, pertukaran informasi pasar dan tren wisata, penyelenggaraan familiarization trip bagi agen perjalanan, media dan kreator konten, hingga promosi bersama melalui pameran pariwisata internasional dan kampanye pemasaran digital.

Selain itu, ASITA Bali juga menilai peningkatan konektivitas penerbangan akan menjadi faktor penting dalam mempermudah mobilitas wisatawan sekaligus meningkatkan daya tarik kedua destinasi.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal kerja sama jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan, persahabatan, dan saling menguntungkan,” tambah Winastra.

BACA JUGA :  Truk Bermuatan Pasir Terjun ke Jurang di Pecatu, Sopir Alami Patah Kaki

Sementara itu, Wakil Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Lâm Đồng, Nguyễn Lan Ngọc, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar wisata internasional prioritas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Saat ini wisatawan asal Indonesia baru menyumbang sekitar 0,4 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Lâm Đồng. Angka tersebut dinilai masih menyimpan peluang pertumbuhan yang sangat besar.

Pemerintah Provinsi Lâm Đồng berkomitmen memperluas kerja sama dengan Indonesia melalui pengembangan produk wisata, promosi bersama, pembangunan konektivitas paket perjalanan, serta peningkatan kualitas layanan, termasuk pengembangan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim atau wisata halal.

Forum tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City, Asosiasi Pariwisata Lâm Đồng, Pusat Promosi Investasi, Perdagangan dan Pariwisata Provinsi Lâm Đồng, maskapai penerbangan, pelaku industri pariwisata, serta perusahaan perjalanan wisata dari Indonesia dan Vietnam.

BACA JUGA :  Tertangkap Massa, Remaja 16 Tahun Kepergok Hendak Mencuri di Pura Belong Taro

Dalam kegiatan tersebut, delegasi kedua negara mempresentasikan potensi destinasi masing-masing, melakukan pertemuan bisnis, serta menjajaki berbagai peluang kerja sama untuk menyusun paket wisata baru yang menghubungkan Bali dengan Lâm Đồng sekaligus meningkatkan pertukaran wisatawan antara Indonesia dan Vietnam.

Sebelumnya, pada 6–9 Juli 2026, delegasi ASITA Bali bersama pelaku industri pariwisata Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah destinasi unggulan di Provinsi Lâm Đồng untuk mengevaluasi potensi penyusunan paket wisata yang sesuai dengan preferensi wisatawan Indonesia, termasuk pasar wisata halal.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang bisnis bagi pelaku industri pariwisata, memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Vietnam, serta mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya