Dandhy Laksono Beberkan Sumber Dana Film Dokumenter Pesta Babi

Dandy Laksono bermain gitar di akun media sosial miliknya.
Dandy Laksono bermain gitar di akun media sosial miliknya.

JAKARTA, BALINEWS.ID – Sutradara sekaligus jurnalis investigasi senior, Dandhy Dwi Laksono, memberikan klarifikasi terkait sumber pendanaan film dokumenter terbaru garapannya yang berjudul Pesta Babi.

Dandhy menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewajiban konstitusional untuk melaporkan rincian anggaran kepada negara. Hal ini dikarenakan proses produksi film tersebut sama sekali tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dia menyebut, seluruh pihak yang mendukung produksi film Pesta Babi telah dicantumkan secara transparan melalui logo kolaborator pada poster resmi.

BACA JUGA :  TikTok Rilis Daftar 20 Lagu Top Paling Viral Selama 2025, Siapa Urutan Teratas?

“Di film Pesta Babi, setelah judul Pesta Babi, dan semua nama orangnya jelas, teman-teman bisa melihat logo-logo yang ada di poster film. Itulah para kolaborator. Jadi itulah lembaga-lembaga yang patungan untuk membiayai film ini,” jelas Dandhy, dikutip dari Radar Solo.

Dalam kesempatan tersebut, Dandhy juga membantah spekulasi negatif yang menganggap kru film tersebut sebagai kelompok “orang berduit” hanya karena mampu melakukan perjalanan dinas bolak-balik ke Papua Selatan selama proses produksi.

BACA JUGA :  Artis Demam Main Padel, Apa Bedanya dengan Tenis?

Ia menegaskan bahwa seluruh tim yang terlibat bekerja secara sukarela tanpa menerima honor komersial (pro bono), mulai dari jajaran sutradara hingga videografer.

“Kami semua yang bekerja di situ, saya sebagai sutradara, Bang Cypri sutradara, para produser, para director of photography, videografer, itu nggak ada yang dibayar,” tegasnya.

Dandhy kemudian membeberkan mekanisme produksi yang diterapkan oleh Watchdoc selaku rumah produksi independen yang menggarap proyek ini. Menurutnya, kontribusi yang diberikan berbentuk fasilitas dan tenaga ahli, bukan suntikan dana segar dalam jumlah besar.

BACA JUGA :  Bartolo Shines Among Asia-Pacific’s Top Dining Destinations in Uluwatu

Kontribusi Watchdoc: Menyediakan fasilitas kamera dan personel juru kamera (cameraman) langsung di lapangan.

Biaya Operasional: Kebutuhan logistik serta tiket pesawat menuju Papua Selatan ditanggung bersama secara gotong royong oleh sejumlah lembaga kolaborator dari masyarakat sipil.

“Jadi kami semua benar-benar mengerjakan ini dengan gotong royong, dengan patungan, dan kami percaya bahwa usaha ini justru akan lebih membuat filmnya passionate,” tutup Dandhy.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya